Minggu, 24 April 2011

DIBAYAR LUNAS !!!


DIBAYAR LUNAS…!!!

Yohanes 13 : 36 – 38
Simon Petrus berkata kepada Yesus : “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Jawan Yesus : “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.”
Kata Petrus kepadaNya : “Tuhan mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang ? Aku akan memberikan nyawaku bagiMu !”
Jawab Yesus : “Nyawamu akan kauberikan bagiKu ? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu : Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

Sobat… kisah dari Yesus memperingatkan Petrus sudah sering kita dengarkan, terutama di masa raya Paskah… Ya, Sebuah kisah yang demikian terkenal…
Dengan latar belakang seorang Simon Petrus yang terkenal lantang bahkan “mulut besar” yang ingin menunjukkan dirinya adalah murid Tuhan yang setia…
Tetapi yang terjadi… Pada kenyataannya, apa yang diucapkan tidak dapat dilaksanakannya…

Petrus mengatakan… “Tuhan mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang…? Aku akan memberikan nyawaku bagiMu…!!”
Sobat… bukankah itu merupakan kalimat yang indah yang diucapkan oleh seorang murid Yesus, yang dalam hidupnya mengikut secara nyata pelayanan Tuhan Yesus…
Petrus tahu persis apa yang dilakukan oleh Yesus dalam pelayananNya, dimana banyak mujizat terjadi… banyak hal yang tidak masuk akal dilakukan oleh Yesus, sehingga kepercayaan Petrus semakin tertanam… dan dia memiliki keyakinan bahwa Yesuslah Raja diatas segala raja… dan akhirnya pernyataan seorang Simon Petrus itu terucap…

Sobat… tapi sungguh ironis…
Yohanes 18 : 12 – 27 menjelaskan secara nyata bahwa apa yang dikatakan Tuhan kepada Petrus benar – benar terjadi… Tuhan bertanya dan mengatakan kepada Petrus,… “Nyawamu akan kauberikan bagiKu ? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu : Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

Sobat… Bagaimana dengan kita…???
Seringkali kita berjanji untuk setia kepada Tuhan… Tapi pada kenyataannya… Seringkali kita mengingkari janji kita…
Bahkan tak ubahnya seperti Simon Petrus… Dengan mulut besar kita… Kita mengungkapkan janji – janji indah dihadapan Tuhan… Tetapi, sampai kapankah janji tersebut bertahan…???


Sobat… Ada kisah tentang seorang budak Afrika, dimana tuannya hendak membunuh dia dengan sebuah tombak…
Namun ada seorang pelancong Inggris yang ksatria mengangkat tangannya dan menepis hantaman tersebut, dan tangannya tertusuk oleh senjata keji tersebut…

Tatkala darah menyembur keluar, ia menuntut budak itu dimilikinya kepada Tuannya sebelumnya… ia berkata bahwa ia telah membelinya dengan apa yang dideritanya… Si Tuan yang jahat dengan enggan menyetujuinya…

Setelah Ia berlalu, Si Budak tersungkur di kaki penyelamatnya dan berseru… “Yang dibeli dengan darah… Kini adalah hamba dari belas kasihan… Dia akan melayaninya dengan setia…”

Sobat… Kita adalah seorang hamba yang telah dibeli dengan darah Kristus… Dapatkah kita mengatakan… “Yang dibeli dengan darah… Kini adalah hamba dari belas kasihan… Dia akan melayaninya dengan setia…”
Mungkin… kita akan mudah mengatakan hal tersebut… Tetapi pertanyaannya adalah…
Dapatkah kita melakukannya dengan setia…
Melakukan pekerjaan sebagai hamba Tuhan… Yaitu melayani Dia dengan kesetiaan sampai kapanpun dan apapun yang terjadi di dalam hidup kita…

Sobat… Simon Petrus dalam kisah yang tadi kita baca… Bukan saja sebagai murid dengan mulut besarnya… Tetapi dia adalah rasul besar yang pernah ada…
Dia pernah menyangkal Tuhan… Tetapi melalui kematian dan kebangkitan Tuhan… Dia diubah menjadi rasul yang luar biasa… Dia dipakai untuk melayani Tuhan secara luar biasa…

Sobat… Bagaimana dengan kita…???
Sudah berapa kalikah kita memperingati kematian dan kebangkitanNya…???
Jangan – jangan hal tersebut hanyalah rutinitas setiap tahun yang dirayakan dan diperingati oleh orang kristen…???
Kita merasakan sekejap saja dan kemudian dengan mudah terkikis oleh ketidaksetiaan kita…???

Sobat… Dosa kita telah ditanggung oleh Kristus… Dibayar lunas dengan penderitaanNya… dengan kematianNya di atas kayu salib…
Bukan dengan harga yang murah… Tetapi oleh Tubuh Kristus sendiri…

Sebuah kisah terakhir yang saya bagikan untuk perenungan kita pada paskah ini…

Sobat… Ada sebuah kisah tentang kaisar Nicholas I dari Rusia…
Dalam kisah tersebut diceritakan, bahwa kaisar sangat memperhatikan kesejahteraan seorang pemuda yang ayahnya adalah sahabatnya… Ketika pemuda itu dewasa, Kaisar Nicholas memberikan posisi yang baik kepada pemuda itu dalam ketentaraan dan menempatkannya sebagai orang yang mengemban tanggung jawab di salah satu benteng besar Rusia, dimana pemuda itu bertanggung jawab atas keuangan satu divisi dalam angkatan bersenjata…

Sobat… pemuda itu pada mulanya bekerja dengan sangat baik… tetapi seiring berlalunya waktu, ia berubah menjadi seorang penjudi… Dapat dipastikan, dalam waktu singkat, ia menghabiskan semua uangnya dengan berjudi… Ia meminjam uang dari bendahara dan menghabiskan di meja judi beberapa rubel setiap kalinya…

Suatu hari ia mendengar bahwa akan dilakukan audit pembukuan… Dengan bergegas ia mengambil peti penyimpanan… kemudian mengeluarkan buku kas dan menghitung berapa banyak uang yang ia miliki… Setelah ia mengurangi jumlah uang yang telah diambilnya, pemuda itu mendapati bahwa hutangnya luar biasa besar…

Sobat… Saat pemuda itu duduk di samping meja itu, ia mengeluarkan pulpennya dan menuliskan kalimat… Hutang besar, siapa yang dapat membayar…???

Sobat… Tidak ingin mendapatkan malu keesokan harinya tatkala dilakukan audit… Pemuda itu mengeluarkan pistolnya dan ia memutuskan bahwa pada tengah malam nanti ia akan mengakhiri hidupnya…

Malam itu hangat dan menimbulkan kantuk… Selagi pemuda itu duduk di samping meja, ia pun tertidur…
Kaisar Nicholas memiliki kebiasaan mengenakan seragan serdadu dan mengunjungi beberapa pos penjagaan… Malam itu, Dia mengunjungi benteng besar itu…
Sewaktu ia melakukan inspeksi, ia melihat seberkas cahaya di dalam salah satu kamar… Kemudian ia masuk ke ruangan tersebut…

Didalam ruangan itu ada seorang pemuda, dan kaisar langsung mengenalinya… Tatkala dia menghampiri pemuda itu dan melihat catatan yang ada di meja pemuda itu… Sebuah kalimat dibacanya… Hutang besar, siapa yang dapat membayar…??? Kemudian Kaisar mendapati peti penyimpanan uang yang terbuka…

Sobat… Pertama – tama, Kaisar merasa terdorong untuk membangunkan pemuda itu dan menahannya… Namun, Kaisar Nicholas dipenuhi oleh luapan kemurahan hati, dan ia mengambil pulpen yang jatuh dari tangan pemuda itu… Dan kaisar menuliskan satu kata di lembaran kertas yang sama, dan diam – diam ia meninggalkan kamar itu…

Kira – kira satu jam kemudian… Pemuda itu terbangun dan meraih pistolnya, menyadari bahwa saat itu sudah jauh lewat tengah malam.
Sebelum dia mengakhiri hidupnya, ia melihat kembali catatannya… Hutang besar, siapa yang dapat membayar…??? Dia sangat terkejut… tatkala di akhir kalimat yang dia tuliskan ada tambahan satu kata… NICHOLAS

Sobat… Pemuda itu menjatuhkan pistolnya dan berlari menuju ke tempat arsip… Ia memeriksa tulisan – tulisan dan menemukan tanda tangan Sang Kaisar…
Sudah sangat jelas baginya, dan dia mengetahui bahwa Kaisar ada disana malam itu, tatkala dia terlelap, dan Kaisar mengetahui kesalahannya… Tetapi Kaisar mengampuninya dan melunasi hutang – hutangnya…

Sobat… kisah Kaisar Nicholas yang menghapus hutang – hutang dan pelanggaran pemuda itu, adalah bayangan redup untuk menceritakan kasih Kristus yang menebus setiap dosa manusia…

Yang telah dilakukan oleh Kaisar Nicholas adalah tindakan yang luar biasa, dimana dia mengampuni orang yang bersalah…
Sobat… Kalau Kaisar Nicholas hanya menuliskan namanya untuk mengampuni orang tersebut… Bagaimana yang dilakukan oleh Kristus…???
Kristus tidak hanya menuliskan namaNya… Tetapi untuk menebus dosa manusia, Dia kehilangan segala – galanya…
Dia rela meninggalkan TahtaNya yang mulia… dihina… disiksa… disalibkan… dan mati untuk kita…

Selamat Paskah…
Kasih setia Tuhan senantiasa ada dalam hidup kita…

Daniel C. Saputra



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar