Jumat, 04 Februari 2011

BERHENTI SEJENAK


BERHENTI SEJENAK

Sobat…
Ditengah tuntutan jaman yang semakin hari semakin terasa berat… Dimana manusia dengan segala aktivitasnya dibuat semakin sibuk…

Sibuk untuk mewujud-nyatakan segala impiannya… Meraih apa yang menjadi harapan atau cita – citanya… Bahkan adapula yang sibuk untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya…

Ironis… Tatkala manusia diibaratkan sebagai seekor kuda pacu yang terus berlari tanpa henti untuk mancapai garis finish…
Lebih ironis lagi… apabila kita tidak tahu, dimana garis finish itu berada…

Manusia seakan lupa…
Hidup yang penuh anugrah yang seharusnya kita dapat menikmatinya… Menjadi hidup yang dipenuhi dengan ambisi pribadi dan… Kita memperjuangkan untuk hal itu…

Bukan manusia yang mengendalikan segala sesuatu yang ada disekitarnya… termasuk harta… kekayaan dan ambisi… tetapi yang terjadi adalah sebaliknya… Kita dikendalikan oleh semua itu…
Kita lupa menikmati kehidupan… Bahkan kita lupa untuk bersyukur pada Tuhan…
Yang menganugrahkan semua berkat dalam hidup kita…

Sebuah kisah untuk kita renungkan…

Sobat… Ada seorang penyanyi terkenal…
Suatu saat ketika didatangi dan disanjung - sanjung oleh para pengagumnya, ia berkata dengan nada pahit…

Ketika aku masih muda, aku berusaha keras untuk mendaki puncak karierku…
Saat itu aku seperti layaknya seekor kuda yang sedang menempuh jalur perlombaan… tak ada sesuatu yang lain yang mampu menarik perhatiannya kecuali garis finish…

Melihatku yang sedemikian sibuk, nenekku memberikan nasihat kepadaku… “Cucuku, jangan berjalan terlalu cepat. Karena sepanjang jalanmu ada banyak pemandangan menarik…”

Namun aku tak pernah mendengarkan kata-katanya…
Dalam hatiku aku berpikir, bila seseorang telah melihat secara jelas arah perjalanannya, mengapa harus menyia-nyiakan waktu untuk sekedar berhenti sejenak…?
Dengan pikiran yang demikian, aku berlari dan terus berlari ke depan…
Tahun silih berganti dan aku memperoleh kedudukan, nama serta harta yang aku idam-idamkan sejak lama... Aku juga memiliki sebuah keluarga yang amat aku cintai.
Namun… Aku tak pernah merasa bahagia…!!!
Aku heran dan terus bertanya, di manakah letak kesalahannya sehingga aku tak bahagia…???

Sobat… Setelah diam cukup lama, penyanyi itu melanjutkan…
Suatu saat, kelompok musik kami ikut pementasan di luar daerah… Akulah penyanyi utamanya. Setelah selesai pementasan… Semua yang hadir bertepuk tangan bersorak-sorai tanpa henti…

Pementasan saat itu sangatlah berhasil.
Namun… saat orang sedang bersorak-sorai itulah aku dilanda kesedihan mendalam...
Seseorang memberikan telegram kepadaku yang dikirim oleh isteriku... Anak kami yang keempat baru saja dilahirkan…

Setiap kali anak-anakku dilahirkan aku selalu berada jauh dari isteriku, cuma dialah yang harus menanggung beban penderitaan seorang diri…
Aku tidak pernah melihat bagaimana anak-anakku mulai membuat langkah pertama…, belum pernah mendengar bagaimana mereka tertawa atau menangis…
Aku hanya mendengar semuanya itu dari cerita ibunya…

Kata-kata nenekku kini terngiang lagi di telingaku...
Sungguh, aku telah kehilangan banyak teman…, sudah lama aku tak pernah menyentuh buku-buku, dan serasa hampir seabad aku tak pernah menikmati indahnya bunga yang sedang mekar di taman atau hijaunya pohon-pohon serta merdunya kicau burung.
Aku terlampau sibuk…!!!

Sobat…
Seorang bijak berkata; “Kita tak dapat hidup hanya dengan berpikir tanpa bekerja. Namun hidup ini menjadi amat tak berarti bila kita bekerja seperti sebuah mesin yang bergerak tanpa henti.” Kita butuh waktu luang untuk menilai kembali… mengevaluasi apa yang telah kita hasilkan… apa yang telah kita kerjakan selama ini… dan bersyukur kepada Tuhan untuk setiap penyertaanNya, serta menentukan dan memastikan arah mana yang akan menjadi tujuan hidup kita…

Sobat…
Ketika berjalan, kita mengarah ke suatu tujuan tertentu…
Ketika berhenti kita memupuk tenaga baru untuk memulai perjanan kita kembali...

Sobat…
Hidup tak akan berarti tanpa kita bersyukur…
Apapun yang terjadi… PenyertaanNya sungguh sempurna untuk kita…
Marilah kita buka mata kita… Marilah kita syukuri untuk segala sesuatu yang telah Tuhan Anugrahkan dalam hidup kita… untuk keluarga… untuk teman – teman… sahabat… pekerjaan… dan tentunya masih sangat banyak lagi ketika kita menghitung segala berkat Tuhan dalam hidup kita…

Selamat Menikmati Hidup… Selamat Bersyukur…
Tuhan Yesus Memberkati

Daniel C. Saputra

Selasa, 01 Februari 2011

TUJUAN TAK MENGHALALKAN CARA


TUJUAN TAK MENGHALALKAN CARA

Sobat…
Apakah yang menjadi tujuan dalam hidup kita…???
Apakah yang menjadi cita – cita… keinginan… dalam hidup kita…???

Saya yakin, bahwa setiap dari kita pasti menginginkan sesuatu yang dinamakan KEBERHASILAN

Sobat… Kalau kita merenungkan…
Banyak jalan untuk menuju sebuah kesuksesan…
Tetapi hanya sedikit dari jalan tersebut yang mengajarkan kita untuk melakukan hal yang baik… hal yang benar… Terutama dihadapan Tuhan…

Sebuah kisah untuk kita renungkan…

Dikisahkan bahwa ada sebuah perusahaan telekomunikasi di Italia yang sedang mencari satu tenaga teknis untuk menangani salah satu departemen dari perusahaan tersebut…

Sobat… Begitu banyak orang yang datang melamar dan menjalani ujian tertulis…
Namun sesudah ujian tertulis ini, semua peserta diberi pekerjaan rumah oleh perusahaan tersebut…
Setiap orang diberi semangkok bibit kacang hijau untuk disemayamkan…
Dan setelah jangka waktu yang diberikan oleh perusahaan, setiap orang harus membawa kembali bibit kacang hijau yang telah tumbuh segar ke perusahaan tersebut…
Siapa yang berhasil merawat kacang yang tumbuh paling segar akan memperoleh posisi pekerjaan yang dikejar banyak orang karena memberikan jaminan gaji yang tinggi tersebut.

Sobat… Setelah jangka waktu yang telah diberikan itu, para peserta ujian kembali lagi ke perusahaan sambil membawa bibit kacang hijau yang telah bertumbuh segar menghijau…
Setiap orang memamerkan hasil usaha mereka… dan dalam hati berharap bahwa ia akan memperoleh posisi yang bagus tersebut…

Sobat… Nampak seketika bahwa team penilai akan sulit memutuskan siapa yang jadi pemenangnya karena semua membawa bibit kacang yang telah bertumbuh itu sama bagus dan sama segarnya.

Setelah dilakukan absen… Ternyata satu orang tidak muncul di tengah para peserta.
Sobat… Sang manager perusahaan lalu menelpon pelamar yang tak hadir itu dan menanyakan alasan ketidak-hadirannya...
Orang tersebut dengan penuh penyesalan serta rasa bersalah memberikan alasan ketidakhadirannya saat ini. Ia mengatakan bahwa bibit yang diberikan itu hingga saat ini belum bertumbuh pada hal ia sudah berusaha memberi pupuk, memberi air yang cukup…
Semua persyaratan yang dibutuhkan agar bibit kacang hijau bertumbuh subur telah dipenuhinya, namun anehnya, bibit tersebut seakan berkepala keras tak mau bertumbuh.

Dia mengatakan… "Aku berpikir bahwa aku pasti gagal untuk memperoleh posisi dalam perusahaan telekomunikasi ini… Karena itu saya memutuskan untuk tidak datang hari ini ke perusahaan bapak."

Sobat… Justru di saat ketika orang itu akan meletakan gagang teleponnya, sang manager memberikan kata-kata yang sungguh di luar dugaannya…
"Engkaulah satu-satunya yang diterima perusahaan kami…!!"
Orang itu heran dan kaget tak percaya.

Sobat… Sesungguhnya, bibit kacang hijau yang dibagikan kepada para peserta ujian tersebut adalah bibit yang telah diproses sehingga tak bisa bertumbuh lagi…
Perusahaan akan dengan mudah mengetahui peserta mana yang jujur.
Dan ternyata hanya seorang yang yang tak mampu membawa bibit kacang yang telah tumbuh. Dan dialah orang yang dipilih itu.
"Inilah prinsip kami, nilai moral dalam pekerjaan lebih ditinggikan ketimbang keberhasilan dalam bekerja." Demikian sang manajer menjelaskan.

Sobat… Dunia banyak menawarkan kenikmatan…
Dunia menawarkan banyak jalan pintas untuk meraih kesuksesan…
Tetapi marilah kita renungkan… Jalan manakah yang kita pilih…???

Daniel C. Saputra

Senin, 31 Januari 2011

HARGA SEBUAH BAJU


HARGA SEBUAH BAJU

Sobat…
Apakah yang menjadi pertimbangan kita didalam kita menghargai orang lain…???
… Apakah dari penampilannya…??? Apakah dari sesuatu yang dapat kita lihat dari kasat mata…???

Sobat…
Seringkali kita tertipu dari penampilan luar seseorang…
Sehingga kitapun menyesal di kemudian hari…

Sebuah kisah untuk kita renungkan…

Sobat… Ada seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang turun dari kereta api di kota Boston, Amerika Serikat…
Mereka berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.

Mereka meminta ijin untuk bertemu dengan pimpinan…
Sobat… Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung dan udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria itu dengan lembut…
“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat…
“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita…

Sobat… Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi…
Tetapi nyatanya tidak, mereka tetap saja menunggu...
Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada pemimpinnya.

“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard…
Sobat… Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka.
Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul…

Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut…
Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini… Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. Bolehkah…?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.

Sobat… Sang Pemimpin Harvard tersebut tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”

“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”
Sang Pemimpin Harvard memutar matanya…
Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung…?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung…?! Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”

Sobat… Untuk beberapa saat sang wanita terdiam… Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang…
Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, ”…Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja…??”
Sobat… Suaminya mengangguk… Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan. Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, dan di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.

Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di Amerika Serikat…

Sobat…
Marilah kita belajar, agar kita dapat menghargai orang – orang yang ada di sekeliling kita…

Daniel C. Saputra

Sabtu, 29 Januari 2011

WARNA KEHIDUPAN


WARNA KEHIDUPAN

Sobat, dinamika kehidupan manusia sungguh luar biasa…
Kita tidak saja hanya berjalan lurus, tetapi terkadang kita melewati jalan yang berliku – liku…
Kita tidak saja hanya melewati jalan yang mulus, tetapi terkadang kitapun melewati jalan yang terjal…

Bagaimana kita memandang kehidupan ini…???
Sobat… HIDUP TIDAKLAN MENJEMUKAN… akan terdapat banyak “warna” yang kita jumpai dalam perjalanannya…
Tetapi yang seringkali kita jumpai, atau bahkan yang kita sendiri fikirkan adalah bahwa kita menginginkan HIDUP YANG LURUS dengan hanya ada 1 (satu) WARNA di dalamnya…
WARNA tersebut adalah KESUKSESAN, KELANCARAN dan serba YANG MENGENAKKAN HIDUP KITA…!!!

Sobat, tetapi kita tidak hanya dapat memilih satu warna saja dalam hidup kita, dan warna – warna tersebut telah diatur oleh Tuhan menjadi satu karya yang indah… dan apabila ada satu saja warna yang dihapus, maka karya tersebut tidaklah karya yang indah dan sempurna…

Sobat, Manusia tidak pernah puas dan selalu ingin mengatur, menurut keinginannya sendiri… TERMASUK MENGATUR TUHAN, Sang Pemilik Kehidupan…

Sobat, bagaimana mungkin kita akan mengetahui kehidupan kita kelak… yang tahu HANYALAH DIA…!!!

Banyak hal telah dan akan terjadi dalam kehidupan kita, dimana di dalamnya terdapat suka, tetapi juga terdapat duka… terdapat keberhasilah, tetapi juga terdapat kegagalan…
Sobat, Bagaimana kita memandang hidup kita yang penuh dengan warna tersebut…???
Padahal, sebagai manusia kita tidak pernah luput dari rasa kuatir… rasa cemas… dan rasa – rasa yang tidak mengenakkan…

Sobat, Bagaimana kita memandang hidup kita…???

Dean Black menceritakan dua kisah nyata mengenai hal ini dalam buku Frogship Perspective.

Kisah yang pertama :
Ada seorang pemain bola basket berbakat…, ketika dia berusia 16 tahun, dia kehilangan kedua kakinya dalam sebuah kecelakaan. Ini hal yang buruk bagi Curt Brinkman, pebasket muda tersebut yang akhirnya menjadi atlet kursi roda terkenal.
Ia berkata, “Segera sesudah kecelakaan itu saya bangkit. Saya justru tidak tahu seperti apa kalau kaki saya masih ada.”

Kisah yang kedua :
Seorang pria setengah baya melihat kembali dari kebutaan matanya semenjak lahir. Lalu seorang psikolog yang menanganinya berkomentar tentang mantan pria buta ini, “Waktu buta, dia hebat sekali. Tapi waktu dia sembuh, prestasinya merosot drastis, bahkan seperti orang bodoh.”

Bagi kita kehilangan kedua kaki adalah masalah besar, tapi bagi Curt Brinkman justru adalah kunci kesuksesan.
Bagi kita mendapat kembali penglihatan adalah hadiah, tapi bagi pria separuh baya tersebut adalah masalah besar.
Mengapa bisa demikian? Ini bukan soal masalahnya, tapi soal bagaimana kita melihat sebuah masalah.

Sobat… DIA menciptakan manusia dengan SANGAT BAIK… dan DIApun akan memberikan yang terbaik dalam hidup kita…

Baik atau buruk itu tergantung dari cara kita memandang. Masalah bisa menjadi buruk tapi bisa juga menjadi baik, itu juga tergantung dari cara kita memandang.
Lihatlah hal yang baik dengan cara pandang yang buruk, maka hal itu akan terlihat sedemikian negatif. Sebaliknya, lihatlah hal yang buruk dengan cara pandang yang baik, secara mengejutkan kita akan melihat hal-hal yang positif.

Sobat… Apakah hari ini kita sedang mengalami masalah…? Bagaimana cara kita memandang masalah tersebut…?
Tuhan mengajar agar kita untuk melihat segala masalah dari sudut pandang yang positif.
Ini seperti orang yang memakai kacamata. Memakai kacamata hitam akan membuat obyek yang paling terangpun akan terlihat gelap. Jadi jika hari ini hidup Anda terlihat begitu suram dan gelap untuk dijalani, jangan-jangan yang salah adalah kacamata Anda.
Mari Sobat, kita mensyukuri semua yang telah terjadi di dalam kehidupan kita…
Rasa Syukur adalah kunci, agar di dalam kehidupan kita dipenuhi oleh damai sejahtera…
Sobat, ditengah segala kesesakan yang terjadi di dalam kehidupan kita, DIA tidak pernah membiarkan kita berjalan seorang diri… DIA memberikan kekuatan, dan DIA menyertai kita semua…
DIA memakai semua kejadian dalam hidup kita, untuk membentuk kita menjadi sebuah karya yang indah…

Sudahkan anda bersyukur…???

Daniel C. Saputra



Kamis, 27 Januari 2011

MENINGGALKAN LUKA


MENINGGALKAN LUKA

Sobat…
Seberapa seringkah kita menyakiti orang lain…???
Seberapa seringkah kita melukai orang – orang yang mungkin dekat dengan kita… orang – orang yang kita kasihi dan yang mengasihi kita…???
Melalui tindakan… Melalui ucapan, baik secara sengaja atau tidak sengaja kita sering menyakiti mereka…

Sobat…
Seberapa seringkah kita meminta maaf kepada mereka…
Seberapa seringkah kita membaharui… memperbaiki… hubungan yang “rusak” itu…??? Sehingga hubungan itu dapat dipulihkan kembali…???

Sebuah kisah untuk perenungan kita…

Sobat… Dikisahkan pernah ada seorang anak lelaki yang berwatak buruk...
Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku sebuah paku di pagar pekarangannya setiap kali anak itu kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain…

Sobat… Hari pertama anak itu memaku 37 batang di pagar...
Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari...
Sobat… Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebuah pakupun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya…
Sobat… Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebuah paku dari pagar setiap kali bila dia berhasil menahan diri atau bersabar...

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar…
Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata: "Anakku, kamu sudah baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula."

Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar…
Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf atau menyesal, lukanya tinggal…
Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.

Sobat…
Marilah, dalam setiap apa yang kita kerjakan… Dalam setiap apa yang kita ucapkan…
Kita dapat semakin bijak, sehingga tidak meninggalkan luka untuk orang – orang yang kita kasihi…

Daniel C. Saputra

Rabu, 26 Januari 2011

BAYI MUNGIL YANG HIDUP HANYA 6 JAM


BAYI MUNGIL YANG HIDUP HANYA 6 JAM

Sobat…
HIDUP adalah ANUGRAH, dimana kita dapat menikmat segala sesuatu yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita, dan dimana kita dapat berbagi dengan orang – orang yang ada di sekitar kita…

Banyak kejadian dalam hidup kita, yang “memaksa” kita untuk mementingkan diri kita sendiri dan tidak menghiraukan orang – orang yang ada di sekitar kita…

Satu pertanyaan untuk kita renungkan…
Sudah berartikah hidup kita ditengah dunia ini…??? Atau saya persempit pertanyaan tersebut…
Sudah berartikah hidup kita bagi orang – orang yang kita kasihi…???

Sebuah perenungan untuk kita…

Kisah berikut dikutip dari buku “Gifts From The Heart for Women” karangan Karen Kingsbury.
Seorang Bayi Mungil Hanya Mampu Hidup Selama 6 Jam, Tetapi …

Sepasang suami istri hidup bahagia…
Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi…
Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman – teman, para sahabat, dan lingkungan sekitarnya.
Semua orang ikut bersukacita dengan mereka…

Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi.
Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki - laki dan perempuan…
Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki – laki tersebut…
Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki - laki nya.

Sobat… fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik…
Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi.
Tetapi pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tersebut), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki – lakinya.
“…Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak”, kata sang ibu di sela tangisannya.

Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan...
Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini… Hal ini membuatnya lebih tabah…

Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini…
Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka…
Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya… Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain…?

Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne…
Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.

Sobat… Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam...
Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi…
Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne.
Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yang akan terjadi…

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat…
Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya…
Tidak ada kata – kata di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne), mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, tetapi mereka juga sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja…
Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka..

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne.
Sobat… Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam…

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ.
Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tersebut bahwa donor tersebut berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian.

Sobat… Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya…

Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :

1.            SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar – benar penting adalah… Apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.
2.            SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar – benar penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi orang lain.
3.            Ibu Anne mengatakan “Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak - anak kita melakukan hal - hal terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga”.

Berhentilah untuk selalu memikirkan kepentingan diri sendiri…
Jadikanlah kehadiran anda di dunia ini sebagai RAHMAT bagi orang banyak dan bagi orang – orang yang anda kasihi…

Tuhan memberkati anda, untuk membagikan kasih…