Jumat, 18 Januari 2013
Senin, 02 Juli 2012
KISAH MUSIM DINGIN
INSPIRASI
KUMBAYA
Disampaikan pada
: SELASA, 03 JULI 2012
DANIEL C. SAPUTRA
KISAH
MUSIM DINGIN
Sobat…
Sering kali kita tertalu cepat menghakimi atau menghukum orang lain tanpa tahu
fakta sebenarnya, hanya karena tidak sesuai dengan persepsi atau rencana kita
sehingga justru lebih sering lagi kita menyakiti orangorang yang kita cintai.
Kita
memang pertu terus belajar sebetum terlambat, salah satunya dari kisah di bawah
ini :
Kisah di
musim dingin (true story, seperti temuat dalam Xia Wen Pao, 2007)
Siu Lan,
seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun yang bernama
Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya
di pasar untuk biaya hidup berdua…
Hidup
penuh kekurangan membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya,
seperti anak kecil lain.
Suatu
ketika dimusim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang
penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan agar Lie Mei menunggu di rumah
karena dia akan membeti keranjang kue yang baru…
Sobat,
Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak terkunci
dan Lie Mei tidak ada di rumah…
Maka
marahlah Siu Lan... Dia berfikir, Putrinya benar-benar tidak tahu diri, sudah
hidup susah masih juga pergi bermain dengan teman-temannya… Lie Mei tidak
menunggu rumah seperti pesannya.
Sobat…
Siu Lan menyusun kue kedalam keranjang, dan pergi keluar rumah untuk
menjajakannya.
Dinginnya
saliju yang memenuhi jalan tidak menyurutkan niatnya untuk menjual kue…
Bagaimana
lagi…? Mereka harus dapat uang untuk makan.
Sebagai
hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah dikunci Siu Lan dari luar agar Lie
Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran, pikirnya geram.
Lie Mei sudah berani kurang ajar.
Sobat…
Sepulang dari menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu
tergetetak di depan pintu...
Siu Lan
berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa.
Siu Lan
berteriak membelah kebekuan salju dan menangis meraung-raung, tapi Lie Mei
tetap tidak bergerak…
Dengan
segera, Siu Lan membopong Lie Mei masuk ke rumah… Siu Lan menggoncang –
goncangkan tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei… namun
tetap saja putri kecil itu tidak berubah… tetap terbujur kaku…
Namun
tiba – tiba, tatkala Siu Lan menggincang – goncangkan tubuh Lie Mei… jatuh
sebuah bungkusan kecil dari tangan Lie Mei.
Lalu Siu
Lan mengambil bungkusan kecil itu, dia membukanya… Isinya sebungkus kecit
biskuit yang terbungkus kertas usang. Siu Lan mengamati tulisan pada kertas
usang itu adatah tulisan Lie Mei yang berantakan namun tetap terbaca…
“Hi hi
hi . mama pasti lupa. Ini adalah hari istimewa buat mama. Aku membelikan
biskuit kecil ini untuk hadiah buat mama karena uangku tidak cukup untuk
membeli biskuit dengan ukuran besar. Hi...hi...hi.. mama setamat ulang tahun,
aku menyayangi mama.”
Sobat…
lngatlah, jangan tertalu cepat menilai seseorang berdasarkan persepsi kita,
karena persepsi kita belum tentu benar adanya…
Janganlah
penyesalan itu datang terlambat…
Tetap Semangat… Tetap
Berpengharapan… Senantiasa Bersyukur
Daniel C. Saputra
Senin, 25 Juni 2012
TIDAK MENYESAL KEMUDIAN
INSPIRASI
KUMBAYA
Disampaikan pada
: SLASA, 26 JUNI 2012
DANIEL C. SAPUTRA
TIDAK
MENYESAL KEMUDIAN
Sobat…
Ditengah segala kesibukan kita, seringkali kita melakukan hal – hal yang
spontan…
Tatkala
dikantor kita melihat bawahan kita salah dalam mengerjakan tugas – tugasnya,
kita menjadi marah…
Dijalan,
tatkala kita melihat situasi lalu lintas yang tidak beres, kita menjadi marah…
Dirumah,
tatkala tatkala kita melihat suami kita, istri kita, ataupun anak kita,
melakukan hal yang tidak berkenan di hati kita, kitapun menjadi marah…
Banyak
sekali hal – hal yang dapat spontan membuat kita jengkel… bahkan naik pitam…
Dan
seringkali yang yang terjadi adalah, kita melakukan hal – hal spontan tersebut
tanpa mengetahui latar belakang dari hal – hal yang membuat kita marah…
Sobat…
Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mengirimkan e-mail kepada saya tentang
sebuah kisah yang diadopsi dan dimodifikasi dai buku karangan Stephen R. Covey
yang berjudul “Seven Habits of Highly Effective People”
Sebuah kisah untuk kita renungkan…
Sobat… Dalam
suatu perjalanan, sebuah kereta api memperlambat lajunya dan berhenti di sebuah
stasiun… Kemudian naiklah seorang ibu dengan dua orang anaknya yang masih kecil
ke dalam salah satu gerbong kereta tersebut.
Pada saat
itu penumpang kereta api tersebut cukup padat, dan beruntung sang ibu dan kedua
anaknya mendapatkan tempat duduk.
Sobat…
Pada awalnya kedua anak kecil itu duduk dengan tenang, tetapi tak lama kemudian
mereka mulai berlari – lari sambil berteriak – teriak…
Mereka
juga naik ke tempat duduk, menarik bacaan para penumpang yang lain…
Mereka
membuat suasana gerbong tersebut menjadi gaduh dan tidak nyaman…
Sobat…
setelah lama menahan diri, seorang bapak yang duduk di sebelah sang ibu
menegur… Dia berkata, “Mengapa anda membiarkan saja kedua anak anda membuat
ribut dan mengganggu seisi gerbong…???”
Sobat…
Seakan baru tersadar dengan keadaan yang terjadi, sang ibu menjawab perlahan…
“Bapak, saya masih bingung bagaimana menjelaskan kepada mereka saat nanti kami
sampai di rumah sakit untuk menjemput jenasah ayahnya…”
Sobat…
Ternyata sang ibu mendapatkan berita bahwa suaminya sudah meninggal di rumah
sakit karena kecelakaan, dan saat ini dia dan anak – anaknya menuju ke rumah
sakit tersebut.
Tatkala mendengar
jawaban tersebut… Seketika Bapak tersebut hanya terdiam… Dan segera dari mulut
dan telinga tersebar informasi tersebut, dan semua penumpang yang tadinya
merasa terganggu, berganti menjadi perasaan iba dan simpati kepada ibu dan
kedua anak tersebut…
Mereka alih
– alih kesal dan mau marah kepada anak – anak yang membuat gaduh dan ibunya
yang terlihat cuek… Sebagian penumpang malah ikut bermain dan bercanda dengan
kedua anat tersebut.
Sobat…
Setelah mengetahui lengkap dan jelas tentang apa yang terjadi… Reaksi penumpang
kereta api tersebut berbalik 180 derajat…!!!
Sobat…
Demikianlah dalam kehidupan ini…
Mengetahui
lengkap dibanding hanya sebagian, sangat mungkin membuat perbedaan respon
seseorang terhadap suatu kejadian atau masalah.
Disaat
anda kesal… Disaat anda ingin marah… Cobalah tahan sejenak dan carilah tahu
lebih banyak tentang duduk persoalan ataupun kejadian yang sebenarnya.
Sobat…
Dengan tambahan informasi, mungkin anda tidak jadi marah… Sehingga tidak muncul
penyesalan kemudian
Tetap Semangat… Tetap
Berpengharapan… Senantiasa Bersyukur…
Daniel C. Saputra
Sabtu, 16 Juni 2012
MENGASAH KAPAK
INSPIRASI
KUMBAYA
Disampaikan pada
: SENIN, 18 JUNI 2012
DANIEL C. SAPUTRA
MENGASAH KAPAK
Sobat… ditengah segala kesibukan kita dalam berkarya…
Dengan segala pekerjaan dan tanggung jawab kita…
Dengan segala harapan dan cita – cita yang dengan sekuat
tenaga kita menggapainya…
Seringkali menjadikan hidup ini dikendalikan oleh ambisi
kita, sehingga kita melupakan hal – hal yang seharusnya kita lakukan…
Sebuah kisah untuk
kita renungkan…
Sobat… Alkisah, ada seorang pedagang kayu menerima lamaran
seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya…
Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal
diterima sangat baik, maka calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja
sebaik mungkin.
Saat akan mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah
kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu
yang telah ditentukan kepada si penebang pohon…
Sobat… Hari pertama bekerja, ia berhasil merobohkan
delapan batang pohon…
Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan
terkesan dan memberikan pujian dengan tulus. “Hasil kerjamu sungguh luar biasa…!!
Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada
yang sepertimu selama ini. Teruskan bekerja seperti itu.”
Sobat… Karena sangat termotivasi oleh pujian majikannya,
keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil
merobohkan tujuh batang pohon.
Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tapi hasilnya
tetap tidak memuaskan, bahkan mengecewakan. Semakin bertambah hari, semakin
sedikit pohon yang berhasil dirobohkan.
“Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku.
Bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir
penebang pohon…
Sobat… merasa malu dan putus asa, dengan kepala tertunduk
dia menghadap kepada sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang
memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi…
Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan
terakhir kamu mengasah kapakmu…?”
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu…!! Saya
sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat
tenaga,” kata si penebang…
Sobat, kemudian Sang majikan berkata kepada penebang kayu
itu… “Nah, di sinilah masalahnya, Ingat hari pertama kamu kerja…? Dengan kapak
baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil maksimal.
Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama,
tetapi tidak diasah… Kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk
apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari
bisa bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal… Sekarang,
mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja…!!!” perintah sang
majikan. Sambil mengangguk-anggukkan kepala dan mengucap terima kasih, si
penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.
Sobat… Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap
hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola.
Sibuk, dan sibuk terus, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama
pentingnya, yaitu istirahat sejenak, “mengasah”,mengisi hal-hal baru untuk
menambah pengetahuan, spiritual, dan menata kembali langkah – langkah hidup
kita… Sehingga kitapun tetap memiliki energi, motivasi untuk mengerjakan setiap
bagian kita.
Sobat… “istirahat bukan berarti berhenti, tetapi untuk
menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi,” tentunya istirahat kita seharusnya
menjadi istirahat yang berkualitas dan bukan untuk mengendorkan motivasi kita….
Sobat… Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti
ini, pasti kehidupan kita akan dinamis…!!
Tetap Semangat…
Tetap Berpengharapan… Senantiasa Bersyukur
Daniel C. Saputra
Sabtu, 09 Juni 2012
KISAH INSPIRASI : 3 KARUNG BERAS
INSPIRASI
KUMBAYA
Disampaikan pada
: SELASA, 12 JUNI 2012
DANIEL C. SAPUTRA
TIGA KARUNG BERAS
Sobat… Untuk menggapai segala cita – cita kita, tentunya
kita tidak dapat berjuang seorang diri… Ada
orang – orang yang mengasihi kita, yang senantiasa memberi dorongan kepada kita
untuk kita dapat terus maju… terus melangkah merealisasikan cita – cita kita…
Diantara mereka tentunya mengorbankan banyak hal…
Sobat… sudahkah kita mengetahui… sudahkah kita menyadari…
Atau jangan – jangan kita menyakiti mereka…???
Sebuah kisah untuk
perenungan kita…
Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat
miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki…
Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak
laki-lakinya untuk saling menopang.
Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar
lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang
anak…
Sobat… Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas.
Sobat… Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas.
Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit
rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah…
Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa
tiga puluh kilo beras unuk dibawa kekantin sekolah.
Sang anak mengerti bahwa ibunya tidaklah mungkin bisa
memberikan tiga puluh kilo beras tersebut… Dan kemudian ia berkata kepada
ibunya…
“Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja
disawah”.
Sobat… Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata…
“Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali,
tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan
kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah
nanti berasnya mama yang akan bawa kesana”.
Sobat… Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut.
Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh
mamanya.
Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah…
Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil
melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh…
Tak berapa lama, dengan terpincang – pincang dan nafas
tergesa – gesa, Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras
dari bahunya…
pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan
membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata…
“Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan
kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira
kantin saya ini tempat penampungan beras campuran”.
Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.
Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.
Sobat… Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras
dan masuk kedalam kantin…
Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras
dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata…
“Masih dengan beras yang sama”. Pengawas itupun berpikir,
apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata…
“Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan
terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka
beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi,
maka saya tidak bisa menerimanya”
Sobat… Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali
kesekolah…
Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar
dan berkata…
“Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa
masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !!!”.
Sobat… Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di
depan pengawas tersebut dan berkata…
“Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari
mengemis”.
Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata “Saya
menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi
untuk bercocok tanam, Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah
untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah
lagi.”
Sobat… Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya
yang ada dikampung sebelah.
Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya…
Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya…
Setiap hari pagi – pagi buta dengan kantong kosong dan
bantuan tongkat pergi kekampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap
pelan – pelan kembali kekampung sendiri… Sampai pada awal bulan semua beras
yang terkumpul diserahkan kesekolah.
Sobat… Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar
air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari
lantai dan berkata…
“Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah,
supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu…”
Sang ibu buru- buru menolak dan berkata “Jangan, kalau
anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan
menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat
terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga
rahasia ini.”
Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah…
Secara diam- diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun…
Secara diam- diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun…
Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke
perguruan tinggi Qing hua dengan nilai 627 point.
Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja
mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama…
Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat
nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi
disana masih terdapat tiga kantong beras. Pengawas sekolah tersebut akhirnya
maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi
anaknya bersekolah. Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu
dengan penuh haru dan berkata… “Inilah sang ibu dalam cerita tadi.” Dan
mempersilakan sang ibu yang sangat luar biasa tersebut untuk naik keatas
mimbar.
Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat
kebelakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang
ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut
kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan
berkata “Oh Mamaku, terima kasih…”
Pepatah mengatakan: “Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang
jaman dan sepanjang kenangan”. Inilah kasih seorang mama yang terus dan terus
memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak.
Hati mulia seorang mama demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depannya.
Hati mulia seorang mama demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depannya.
Sobat… Mulai sekarang, katakanlah kepada mama dimanapun
mama kita berada dengan satu kalimat “Terimakasih Mama.. Aku Mencintaimu, Aku
Mengasihimu. .. selamanya”
Bersyukurlah, apabila kita memiliki orang tua yang sangat
mengasihi kita… Jangan sakiti hatinya, Karena orang tua ingin anak – anaknya
menjadi bahagia… Menjadi sukses… Walaupun banyak hal, banyak masalah yang
menghadang langkah – langkahnya…
Tetap Semangat…
Tetap Berpengharapan… Senantiasa Bersyukur…
Daniel C. Saputra
Sabtu, 02 Juni 2012
KISAH PERJALANAN WILLIAM COLGATE
INSPIRASI
KUMBAYA
Disampaikan pada
: SENIN, 4 JUNI 2012
DANIEL C. SAPUTRA
KISAH PERJALANAN WILLIAM COLGATE
Sobat…
Hidup yang kita miliki dan yang kita jalani sampai saat ini adalah sebuah
anugerah…
Siapapun
dan dimanapun kita berada pasti kita menjalani kehidupan ini dengan penuh
dinamika…
Ada suka… Ada
duka; Ada tawa…
Ada air mata; Ada keberhasilan… namun juga terdapat
kegagalan…
Sobat…
tatkala kita belajar dari kehidupan… Banyak terdapat orang yang sukses, namun
mereka tidak dapat menjaga kesuksesan mereka (Kisah Inspirasi :
Merusak Kesuksesan)…
Tetapi…
Banyak pula orang yang sukses dan mereka mampu mempertahankannya.
Mengapa
demikian… Karena mereka menghargai setiap cucuran keringat… menghargai setiap
perjuangan… menghargai setiap kegagalan, dan menjadikannya pacuan untuk dapat melangkah
lebih tinggi… dan yang paling penting, mereka menghargai setiap anugerah yang
telah diberikan oleh Tuhan di dalam kehidupan mereka dan mereka senantiasa
bersyukur…
Sebuah
kisah perjalanan dari seorang yang luar biasa, kiranya dapat menjadi inspirasi
bagi kita…
Kita
belajar dari kehidupan seorang yang bernama William Colgate…
Sobat… Colgate
adalah nama sebuah perusahaan…!!!
Namun jika
mendengar nama itu, kita dan kebanyakan orang Amerika pasti akan langsung
berpikir tentang pasta gigi…
Tetapi,
jika mereka tahu sejarah orang dibalik nama itu… mereka, mungkin akan berpikir
tentang penyertaan Tuhan, yang memberikan kesuksesan kepadanya.
Sobat… William Colgate lahir pada tanggal 25 januari 1783 di kota Kent, Inggris.
Ayahnya
bernama Robert adalah seorang petani yang dikenal sebagai intelektual yang
berani dan memiliki pemikiran politik yang tajam.
Pada suatu hari, karena ia mendukung kemerdekaan negara koloni Inggris, Robert mendapat ancaman dari pihak penguasa. Namun, Tuhan campur tangan dengan mengirim seorang di tengah malam buta untuk memperingati keluarga Colgate…
Pada suatu hari, karena ia mendukung kemerdekaan negara koloni Inggris, Robert mendapat ancaman dari pihak penguasa. Namun, Tuhan campur tangan dengan mengirim seorang di tengah malam buta untuk memperingati keluarga Colgate…
Dengan
segera mereka terbang meninggalkan negara Inggris… Pembawa pesan itu
mengatakan, jika saja mereka tetap di Inggris kemungkinan besar pasti dihukum
penjara atau bahkan dihukum mati… Tapi apa yang buruk menurut dunia, Tuhan
mengubahnya menjadi sebuah kebaikan.
Sobat…Keluarga
Colgate naik kapal pada bulan maret 1798 dan berlayar menuju Amerika… Mereka
menetap di sebuah perkebunan di Hartford Co., Kota Maryland.
Disana Ayah William bekerja sama dengan Ralph Maher untuk memulai usaha pembuatan sabun dan lilin… William membantu kedua orang itu dan belajar dengan cepat.
Disana Ayah William bekerja sama dengan Ralph Maher untuk memulai usaha pembuatan sabun dan lilin… William membantu kedua orang itu dan belajar dengan cepat.
Tetapi…
kenyataan berkata lain. Meski sudah bekerja keras, kerja sama itu gagal di tengah
jalan. Robert Colgate kembali ke perkebunan dan William memutuskan untuk
memulai usahanya sendiri. Setahun kemudian ia kekurangan modal, dan William
Colgate harus menutup usahanya.
Sobat… Meski gagal dua kali, William tidak menyerah. Ia mendapatkan pelajaran berharga. Ia percaya, Tuhan akan mengarahkan langkah Anda, Jika Anda mau mencariNya dan menyerahkan bisnis anda kedalam rencanaNya, meski ada kegagalan.
Seorang temannya yang bekerja di sebuah kanal kapal menasihati Colgate,
Sobat… Meski gagal dua kali, William tidak menyerah. Ia mendapatkan pelajaran berharga. Ia percaya, Tuhan akan mengarahkan langkah Anda, Jika Anda mau mencariNya dan menyerahkan bisnis anda kedalam rencanaNya, meski ada kegagalan.
Seorang temannya yang bekerja di sebuah kanal kapal menasihati Colgate,
"Berikan
hatimu bagi Tuhan. Berilah kepada Tuhan apa yang menjadi milikNya… Buatlah
sabun dengan jujur… Berikan persembahanmu dengan jujur... dan seseorang akan
menjadi pembuat sabun ternama di New
York. Orang itu mungkin saja kamu…"
Sobat… Pada
tahun 1804, COlgate dipekerjakan oleh sebuah perusahaan pembuat sabun sebagai
pegawai magang. Pengamatan Colgate sangat tajam dan teliti…
Colgate percaya bahwa perusahaan itu telah salah kelola, dan ternyata ia benar. Perusahaan itu akhirnya tutup pada tahun 1806, tapi reputasi dan ambisi Colgate memampukannya untuk menghubungi pada penyalur di kota lain dan ia memulai merintis usahanya kembali…
Dan mujizat terjadi. William Colgate dan perusahaannya itu sudah berhasil sejak awal. Dalam 6 bulan perusahaan itu sudah berhasil membuat produk-produk baru dengan bahan kanji. Segera, perusahaan itu mampu memproduksi sabun tangan, sabun toilet, dan sabun cukur.
Meski Colgate sangat sibuk dalam pengembangan usaha, ia tidak mengabaikan waktu-waktu pribadinya dengan Tuhan.
Sobat… Seperti Yakub yang berjanji untuk memberi persembahan sulung kepada Tuhan, maka Colgate juga membuat janji yang sama. Sepuluh persen dari keuntungan Colgate dengan setia diberikan kepada Tuhan…
Tidak lama kemudian, Colgate segera menjadi salah asatu pengusaha ternama di New York. Bisnis itu bukanlah satu-satunya yang bertumbuh dan berhasil.
Colgate percaya bahwa perusahaan itu telah salah kelola, dan ternyata ia benar. Perusahaan itu akhirnya tutup pada tahun 1806, tapi reputasi dan ambisi Colgate memampukannya untuk menghubungi pada penyalur di kota lain dan ia memulai merintis usahanya kembali…
Dan mujizat terjadi. William Colgate dan perusahaannya itu sudah berhasil sejak awal. Dalam 6 bulan perusahaan itu sudah berhasil membuat produk-produk baru dengan bahan kanji. Segera, perusahaan itu mampu memproduksi sabun tangan, sabun toilet, dan sabun cukur.
Meski Colgate sangat sibuk dalam pengembangan usaha, ia tidak mengabaikan waktu-waktu pribadinya dengan Tuhan.
Sobat… Seperti Yakub yang berjanji untuk memberi persembahan sulung kepada Tuhan, maka Colgate juga membuat janji yang sama. Sepuluh persen dari keuntungan Colgate dengan setia diberikan kepada Tuhan…
Tidak lama kemudian, Colgate segera menjadi salah asatu pengusaha ternama di New York. Bisnis itu bukanlah satu-satunya yang bertumbuh dan berhasil.
Colgate
menikahi Mary Gilbert pada tahun 1811, dan bersamanya terlahir 11 anak.
Pernikahannya dengan Mary disebut orang sebagai "Persekutuan yang indah
dengan seorang yang menyenangkan."
Sobat… Colgate sangat aktif dalam bermacam kegiatan sosial yang diadakan di gereja. Dia juga meyumbangkan banyak dana untuk lembaga pendidikan, termasuk Madison College, Hamilton, New York, dan karena kemurahan hatinya, sekolah itu kini berganti nama menjadi Colgate university. Dia juga adalah pendukung aktif kegiatan misionaris. Pada tahun 1816, Colgate memegang peranan penting dalam mengelola American Bible Society dan American and Foreign Bible Society. Dia juga melayani sebagai pengurus American Tract Society.
Selagi bisnisnya terus berkembang dan diberkati Tuhan, dia memerintahkan akuntannya untuk meningkatkan jumlah persembahannya, dari 20 persen menjadi 30 persen. Ketika dia terus berkomitmen untuk memberi, perusahaannya menjadi semakin diberkati Tuhan.
Saat ini, Colgate Palmolive adalah salah satu perusahaan tertua di Amerika dan dinobatkan oleh majalah Fortune sebagai salah satu dari 500 perusahaan paling sukses di Amerika. Angka penjualan revenue-nya mencapai US$ 9 miliar dan cabangnya telah berada di 221 negara di seluruh dunia.
Produknya telah berkembang memenuhi kebutuhan perorangan, pabrik sampai hewan peliharaan. Merk-nya telah dikenal di seluruh dunia seperti Colgate, Palmolive, Speed-Stick, Fab, Murphy, Ajax, dan Irish Spring.
Keberhasilan Colgate Palmolive adalah sebuah kesaksian tentang apa yang Tuhan sanggup kerjakan bagi mereka yang setia mengejar mimpinya dan berkomitmen untuk mengenal Tuhan, pribadi yang sanggup memenuhi mimpi-mimpinya.
Sobat… Colgate sangat aktif dalam bermacam kegiatan sosial yang diadakan di gereja. Dia juga meyumbangkan banyak dana untuk lembaga pendidikan, termasuk Madison College, Hamilton, New York, dan karena kemurahan hatinya, sekolah itu kini berganti nama menjadi Colgate university. Dia juga adalah pendukung aktif kegiatan misionaris. Pada tahun 1816, Colgate memegang peranan penting dalam mengelola American Bible Society dan American and Foreign Bible Society. Dia juga melayani sebagai pengurus American Tract Society.
Selagi bisnisnya terus berkembang dan diberkati Tuhan, dia memerintahkan akuntannya untuk meningkatkan jumlah persembahannya, dari 20 persen menjadi 30 persen. Ketika dia terus berkomitmen untuk memberi, perusahaannya menjadi semakin diberkati Tuhan.
Saat ini, Colgate Palmolive adalah salah satu perusahaan tertua di Amerika dan dinobatkan oleh majalah Fortune sebagai salah satu dari 500 perusahaan paling sukses di Amerika. Angka penjualan revenue-nya mencapai US$ 9 miliar dan cabangnya telah berada di 221 negara di seluruh dunia.
Produknya telah berkembang memenuhi kebutuhan perorangan, pabrik sampai hewan peliharaan. Merk-nya telah dikenal di seluruh dunia seperti Colgate, Palmolive, Speed-Stick, Fab, Murphy, Ajax, dan Irish Spring.
Keberhasilan Colgate Palmolive adalah sebuah kesaksian tentang apa yang Tuhan sanggup kerjakan bagi mereka yang setia mengejar mimpinya dan berkomitmen untuk mengenal Tuhan, pribadi yang sanggup memenuhi mimpi-mimpinya.
Tetap Semangat… Tetap
Berpengharapan… Senantiasa Bersyukur…
Daniel C. Saputra
Senin, 28 Mei 2012
KISAH INSPIRASI : BERJUANG & BERSERAH
INSPIRASI
KUMBAYA
Disampaikan pada
: SELASA, 29 MEI 2012
DANIEL C. SAPUTRA
BERJUANG & BERSERAH
Sobat…
Hidup tidaklah mudah…!!! saya
yakin kitapun menyadari hal tersebut…
Ditengah segala tuntutan…
tantangan… kita harus terus berlomba agar kita dapat menggapai segala cita –
cita kita…
Ditengah optimisme menatap masa
depan kita, saya yakin… ada celah dimana pesimisme itu merasuk… atau mungkin
malah sebaliknya… hidup kita dipenuhi ketidakpastian… kekuatiran, dimana
ketakutan menghadapi hidup ini benar – benar berkuasa…
Kalau kita berfikir realistis…
berat… ya, sungguh berat… sungguh terjal perjalanan yang akan kita tempuh…
Tetapi tentunya kita mau belajar
untuk taat… belajar untuk meyerahkan hidup kita kepada Tuhan, Sang pencipta dan
pemilik kehidupan kita…
Sebuah kisah untuk kita renungkan…
Sobat…
Di depan
gerbang suatu jembatan di salah satu kota
Eropa, duduklah seorang peminta-minta yang buta. Untuk mencari nafkahnya, ia
setiap hari duduk disitu sambil memainkan biola nya yang sudah usang…
Didepannya
terletak kaleng kosong yang diharapkan orang-orang yang lalu lalang merasa iba
terhadapnya, dan melalui musik biola-nya, orang-orang akan memberinya sedikit
uang…
Begitulah
pengemis miskin ini melakukan kebiasaannya setiap harinya…
Pada suatu hari… Ada seorang yang berpakaian sedikit rapi, berjubah panjang, datang menghampiri pengemis tadi dan meminta agar pengemis itu meminjamkan biola usangnya...
Pada suatu hari… Ada seorang yang berpakaian sedikit rapi, berjubah panjang, datang menghampiri pengemis tadi dan meminta agar pengemis itu meminjamkan biola usangnya...
Tentu
saja dengan sigap pengemis itu menolak, dan berkata "Tidak…!! Ini adalah
hartaku yang paling mahal yang aku miliki…!!!".
Sobat… Orang ini tidak putus asa, dan terus membujuk si pengemis agar mau meminjamkan biola tersebut hanya untuk memainkan sebuah lagu…
Sobat… Orang ini tidak putus asa, dan terus membujuk si pengemis agar mau meminjamkan biola tersebut hanya untuk memainkan sebuah lagu…
Sobat… Sepertinya
ada rasa kepercayaan pada pengemis buta itu, dan dengan perlahan ia memberikan
biola tuanya itu kepada orang tersebut…
Orang tersebut mengambil biola itu, dan mulai memainkan sebuah lagu dengan begitu merdu... Sobat… Suara biola yang begitu halus ditangan si pendatang itu membuat orang yang lalu lalang berhenti dan mereka mulai berkeliling mengelilingi si pendatang dan pengemis tersebut.
Begitu merdunya lagu dan bagusnya permainan biola si pendatang tersebut membuat semua orang terdiam, dan si pengemis buta ternganga tanpa dapat berkata-kata…
Orang tersebut mengambil biola itu, dan mulai memainkan sebuah lagu dengan begitu merdu... Sobat… Suara biola yang begitu halus ditangan si pendatang itu membuat orang yang lalu lalang berhenti dan mereka mulai berkeliling mengelilingi si pendatang dan pengemis tersebut.
Begitu merdunya lagu dan bagusnya permainan biola si pendatang tersebut membuat semua orang terdiam, dan si pengemis buta ternganga tanpa dapat berkata-kata…
Sobat… Kaleng
yang tadinya kosong kini telah penuh dengan uang dan lagu demi lagu telah
dimainkan oleh si pendatang tersebut.
Sobat… Akhirnya iapun harus menyelesaikan permainannya, dan sambil mengucapkan terimakasih, ia mengembalikan biola tersebut kepada si pengemis…
Sobat… Akhirnya iapun harus menyelesaikan permainannya, dan sambil mengucapkan terimakasih, ia mengembalikan biola tersebut kepada si pengemis…
Si
pengemis sambil berurai air mata, dan dengan gemetar bertanya: "Siapakah
anda orang budiman…???".
Si
pendatang tersenyum dan dengan perlahan menyebutkan namanya
"Paganini"…
Ya…
Dialah Niccolo Paganini, seorang yang dikatakan maestro dalam bermain biola…
Sobat…
Di tengah
beratnya kehidupan, ada 2 hal yang kita mau belajar dari kisah seorang peminta
– minta dan Paganini tersebut…
Hal yang pertama :
Peminta –
minta itu tidak putus asa menghadapi kehidupannya, tetapi dia terus berjuang
memanfaatkan apa yang masih ada pada dirinya… memanfaatkan apa yang dimiliki
dan kemampuannya…
Dia tidak
“mengobral” belas kasihan dengan hanya meminta – minta saja tanpa dia melakukan
sesuatu… Tetapi dari permainan biola itulah, dia berjuang mempertahankan
hidupnya…
Hal yang kedua :
Sobat,
peminta – minta itu mau menyerahkan harta satu – satunya yang dia miliki kepada
seorang yang yang menghampiri dirinya…
Walau
pertama – tama dia diliputi oleh keraguan…
Tetapi
ketika dia menyerahkan biolanya kepada orang itu, maka hal yang luar biasa itu
terjadi dalam hidupnya…
Sobat…
Tuhan kita lebih dari seorang Paganini yang dikatakan maestro bermain biola…
Dia tahu
segala kelemahan kita… Dia tahu segala kekurangan kita…
Sudahkah
kita berjuang dalam hidup ini dan… MENYERAHKAN
HIDUP KITA KEPADA DIA…
Atau
jangan – jangan, kita hanya meratapi nasib kita dan kita menyalahkan Dia,
tentang hidup yang berat ini…???
Sobat…
Tetap Semangat… Tetap Berpengharapan… Senantiasa Bersyukur…
Daniel C. Saputra
Langganan:
Postingan (Atom)
