Sabtu, 14 April 2012

KISAH INSPIRASI : KISAH HIDUP HEE AH LEE


INSPIRASI KUMBAYA
Disampaikan pada : SENIN, 16 APRIL 2012
DANIEL C. SAPUTRA

KISAH HIDUP HEE AH LEE
Don’t judge the book by it’s cover, jangan menilai sesuatu dari penampilan luarnya saja. Mungkin ini ungkapan yang tepat saat melihat sosok Hee Ah Lee. Betapa tidak, fisiknya jauh dari ukuran normal. Tangannya hanya punya empat jari berbentuk capit, sedangkan kakinya pun pendek sebatas ukuran lutut. Orang pasti akan kasihan melihat sosok wanita kelahiran Korea 22 tahun lalu ini.

Tapi, rasa kasihan ini akan segera berubah menjadi kekaguman jika melihat Hee Ah Lee memainkan piano. Bayangkan, nada-nada sulit musik klasik karya komponis kenamaan seperti Chopin, Beethoven, Mozart, bisa dimainkannya dengan sangat apik. Padahal, tidak ada not balok dari musik klasik itu yang khusus dibuat untuk dimainkan dengan hanya empat jari. Hee sendirilah, yang mengubah empat jarinya sehingga mampu menari di atas tuts-tuts piano dengan lincah, layaknya sepuluh jari orang normal. Dari awal belajar piano memang saya diperlakukan sebagai orang normal,”sebut Hee.

Terlahir dari seorang ibu bernama Woo Kap Sun, Hee sebenarnya sangat beruntung. Sebab, Woo yang tahu akan melahirkan bayi cacat dari awal menolak mentah-mentah anjuran beberapa orang dekatnya untuk menitipkan anaknya ke panti asuhan setelah lahir. Woo juga yang merawat, mendidik, dan mengajari Hee seperti orang normal lain. Woo bahkan menyebut anaknya itu sebagai anugerah Tuhan meski terlahir kurang sempurna. Ibunya itu juga yang kemudian dengan kesabaran ekstra mengajari Hee bermain piano sejak usia enam tahun.

Saat mulai main piano, Hee bahkan tidak bisa memegang pensil. Butuh waktu dan kerja keras, serta dilandasi keuletan yang luar biasa untuk melatih jari-jari Hee. Belum lagi untuk mengenalkan not balok pada Hee yang punya keterbelakangan mental. Awalnya, untuk menguasai sebuah lagu saja, dibutuhkan waktu sekitar satu tahun. Itu pun bisa dilakukan hanya dengan latihan intensif minimal sepuluh jam dalam sehari. Sungguh, gabungan cinta kasih seorang ibu ditambah ketekunan Hee sebagai anak, merupakan sebuah kekuatan yang mampu mengubah kekurangan dan keterbatasan menjadi kelebihan yang luar biasa. Hee menyebut, ibunyalah yang telah menggembleng dirinya agar tumbuh mandiri, percaya diri, dan bersemangat baja menghadapi hidup.

Dengan kemampuan yang diperoleh dari ketekunan dan keuletan berlatih itu, Hee kini telah berkeliling dunia. Ia menginspirasi orang dengan keyakinan bahwa tidak ada yang tak mungkin di dunia ini jika kita mau bekerja keras dan sungguh-sungguh berusaha mewujudkannya. Meski begitu, sebagai manusia biasa ia pun mengaku pernah mengalami patah semangat.

Bayangkan Anda makan satu jenis makanan terus menerus sampai bosan. Tapi, aku memakannya terus. Aku berlatih terus menerus,” sebut Hee tentang bagaimana menaklukkan kebosanannya.

Kini, sederet penghargaan atas keterampilan bermain piano telah diterimanya. Ia juga telah mempunyai album musik sendiri berjudul Hee-ah, Pianist with Four Finger. Dengan berbagai kelebihan yang diolah dari kekurangan itu lah, kini ia juga mempunyai kehendak lain yang mulia, “Aku akan berkeliling dunia, bermain piano dari sekolah ke sekolah untuk memberi motivasi kepada kaum muda bahwa mereka bisa melakukan apa pun kalau berusaha,” kata Hee.

Sungguh, sosok Hee Ah Lee adalah gambaran nyata keteladanan seseorang dengan ketekunan yang luar biasa. Hanya dengan keyakinan, keuletan, dan kerja keras disertai semangat pantang menyerah, seseorang dapat merubah nasibnya. Jika Hee yang kurang sempurna saja mampu, bagaimana dengan kita yang terlahir sempurna? Tinggal keyakinan dan tekad kuat disertai usaha sungguh-sungguh lah yang akan merubah kita.


Rabu, 11 April 2012

KISAH INSPIRASI : MEMBINGKAI ULANG


INSPIRASI KUMBAYA
Disampaikan pada : JUMAT, 13 APRIL 2012
DANIEL C. SAPUTRA

MEMBINGKAI ULANG…

Sebuah kisah untuk kita renungkan…

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki…
Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur Dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu. Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, Dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu : “Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan”
Ibu itu kemudian menutup matanya…

“Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?” Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya. Virginia Satir melanjutkan; “Itu artinya tidak Ada seorangpun di rumah ibu. Tak Ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi”. Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang.

Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya. “Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu”. Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb. “Sekarang bukalah mata ibu” Ibu itu membuka matanya “Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?” Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Aku tahu maksud anda” ujar sang ibu, “Jika Kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif”.

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana Kita ‘membingkai ulang’ sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Hal yang dapat membuat kita mengubag sudut pandang dari hal yang negatif menjadi hal yang positif adalah BERSYUKUR;
Sobat… Marilah kita bersyukur…

1.      Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain

2.      Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.

3.      Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan

4.      Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja Dan digaji tinggi

5.      Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman

6.      Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan

7.      Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras

8.      Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat

9.      Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup


KISAH INSPIRASI : HARGA SEBUAH BAJU


INSPIRASI KUMBAYA
Disampaikan pada : KAMIS, 12 APRIL 2012
DANIEL C. SAPUTRA

HARGA SEBUAH BAJU

Sobat…
Apakah yang menjadi pertimbangan kita didalam kita menghargai orang lain…???
… Apakah dari penampilannya…??? Apakah dari sesuatu yang dapat kita lihat dari kasat mata…???

Sobat…
Seringkali kita tertipu dari penampilan luar seseorang…
Sehingga kitapun menyesal di kemudian hari…

Sebuah kisah untuk kita renungkan…

Sobat… Ada seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang turun dari kereta api di kota Boston, Amerika Serikat…
Mereka berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.

Mereka meminta ijin untuk bertemu dengan pimpinan…
Sobat… Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung dan udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria itu dengan lembut…
“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat…
“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita…

Sobat… Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi…
Tetapi nyatanya tidak, mereka tetap saja menunggu...
Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada pemimpinnya.

“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard…
Sobat… Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka.
Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul…

Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut…
Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini… Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. Bolehkah…?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.

Sobat… Sang Pemimpin Harvard tersebut tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”

“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”
Sang Pemimpin Harvard memutar matanya…
Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung…?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung…?! Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”

Sobat… Untuk beberapa saat sang wanita terdiam… Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang…
Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, ”…Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja…??”
Sobat… Suaminya mengangguk… Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan. Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, dan di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.

Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di Amerika Serikat…

Sobat…
Marilah kita belajar, agar kita dapat menghargai orang – orang yang ada di sekeliling kita…

Daniel C. Saputra

INSPIRASI : BUTUH KESABARAN UNTUK MEMPEROLEH KEMENANGAN

INSPIRASI KUMBAYA
Disampaikan pada : RABU, 11 APRIL 2012
DANIEL C. SAPUTRA

BUTUH KESABARAN UNTUK MEMPEROLEH KEMENANGAN

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“Aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lidahku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”,.. lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang…
Lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah?...
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”

” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar,… butuh kesabaran dalam bersikap baik,… butuh kesabaran dalam kujujuran,… butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi…

Bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangat indah..
Seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”

” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri…
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

Senin, 09 April 2012

KISAH INSPIRASI : BERHENTI SEJENAK


INSPIRASI KUMBAYA
Disampaikan pada : SELASA, 10 APRIL 2012
DANIEL C. SAPUTRA

BERHENTI SEJENAK

Sobat…
Ditengah tuntutan jaman yang semakin hari semakin terasa berat… Dimana manusia dengan segala aktivitasnya dibuat semakin sibuk…

Sibuk untuk mewujud-nyatakan segala impiannya… Meraih apa yang menjadi harapan atau cita – citanya… Bahkan adapula yang sibuk untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya…

Ironis… Tatkala manusia diibaratkan sebagai seekor kuda pacu yang terus berlari tanpa henti untuk mancapai garis finish…
Lebih ironis lagi… apabila kita tidak tahu, dimana garis finish itu berada…

Manusia seakan lupa…
Hidup yang penuh anugrah yang seharusnya kita dapat menikmatinya… Menjadi hidup yang dipenuhi dengan ambisi pribadi dan… Kita memperjuangkan untuk hal itu…

Bukan manusia yang mengendalikan segala sesuatu yang ada disekitarnya… termasuk harta… kekayaan dan ambisi… tetapi yang terjadi adalah sebaliknya… Kita dikendalikan oleh semua itu…
Kita lupa menikmati kehidupan… Bahkan kita lupa untuk bersyukur pada Tuhan…
Yang menganugrahkan semua berkat dalam hidup kita…

Sebuah kisah untuk kita renungkan…

Sobat… Ada seorang penyanyi terkenal…
Suatu saat ketika didatangi dan disanjung - sanjung oleh para pengagumnya, ia berkata dengan nada pahit…

Ketika aku masih muda, aku berusaha keras untuk mendaki puncak karierku…
Saat itu aku seperti layaknya seekor kuda yang sedang menempuh jalur perlombaan… tak ada sesuatu yang lain yang mampu menarik perhatiannya kecuali garis finish…

Melihatku yang sedemikian sibuk, nenekku memberikan nasihat kepadaku… “Cucuku, jangan berjalan terlalu cepat. Karena sepanjang jalanmu ada banyak pemandangan menarik…”

Namun aku tak pernah mendengarkan kata-katanya…
Dalam hatiku aku berpikir, bila seseorang telah melihat secara jelas arah perjalanannya, mengapa harus menyia-nyiakan waktu untuk sekedar berhenti sejenak…?
Dengan pikiran yang demikian, aku berlari dan terus berlari ke depan…
Tahun silih berganti dan aku memperoleh kedudukan, nama serta harta yang aku idam-idamkan sejak lama... Aku juga memiliki sebuah keluarga yang amat aku cintai.
Namun… Aku tak pernah merasa bahagia…!!!
Aku heran dan terus bertanya, di manakah letak kesalahannya sehingga aku tak bahagia…???

Sobat… Setelah diam cukup lama, penyanyi itu melanjutkan…
Suatu saat, kelompok musik kami ikut pementasan di luar daerah… Akulah penyanyi utamanya. Setelah selesai pementasan… Semua yang hadir bertepuk tangan bersorak-sorai tanpa henti…

Pementasan saat itu sangatlah berhasil.
Namun… saat orang sedang bersorak-sorai itulah aku dilanda kesedihan mendalam...
Seseorang memberikan telegram kepadaku yang dikirim oleh isteriku... Anak kami yang keempat baru saja dilahirkan…

Setiap kali anak-anakku dilahirkan aku selalu berada jauh dari isteriku, cuma dialah yang harus menanggung beban penderitaan seorang diri…
Aku tidak pernah melihat bagaimana anak-anakku mulai membuat langkah pertama…, belum pernah mendengar bagaimana mereka tertawa atau menangis…
Aku hanya mendengar semuanya itu dari cerita ibunya…

Kata-kata nenekku kini terngiang lagi di telingaku...
Sungguh, aku telah kehilangan banyak teman…, sudah lama aku tak pernah menyentuh buku-buku, dan serasa hampir seabad aku tak pernah menikmati indahnya bunga yang sedang mekar di taman atau hijaunya pohon-pohon serta merdunya kicau burung.
Aku terlampau sibuk…!!!

Sobat…
Seorang bijak berkata; “Kita tak dapat hidup hanya dengan berpikir tanpa bekerja. Namun hidup ini menjadi amat tak berarti bila kita bekerja seperti sebuah mesin yang bergerak tanpa henti.” Kita butuh waktu luang untuk menilai kembali… mengevaluasi apa yang telah kita hasilkan… apa yang telah kita kerjakan selama ini… dan bersyukur kepada Tuhan untuk setiap penyertaanNya, serta menentukan dan memastikan arah mana yang akan menjadi tujuan hidup kita…

Sobat…
Ketika berjalan, kita mengarah ke suatu tujuan tertentu…
Ketika berhenti kita memupuk tenaga baru untuk memulai perjanan kita kembali...

Sobat…
Hidup tak akan berarti tanpa kita bersyukur…
Apapun yang terjadi… PenyertaanNya sungguh sempurna untuk kita…
Marilah kita buka mata kita… Marilah kita syukuri untuk segala sesuatu yang telah Tuhan Anugrahkan dalam hidup kita… untuk keluarga… untuk teman – teman… sahabat… pekerjaan… dan tentunya masih sangat banyak lagi ketika kita menghitung segala berkat Tuhan dalam hidup kita…

Selamat Menikmati Hidup… Selamat Bersyukur…
Tuhan Yesus Memberkati

Daniel C. Saputra

Sabtu, 07 April 2012

KISAH INSPIRASI : THOMAS A. EDISON


INSPIRASI KUMBAYA
Disampaikan pada : SENIN, 09 APRIL 2012
DANIEL C. SAPUTRA

THOMAS ALFA EDISON

Sobat…
Bagi seorang ibu, siapa yang tidak gentar hatinya ketika mendengar anaknya tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolahnya… dan dia mengetahui bahwa anaknya seringkali tertinggal dan orang lain menganggapnya tidak berbakat di dalam berbagai hal…???
Sedih… kecewa ataukah putus asa…???
Siang ini… kita akan belajar dari kehidupan seseorang yang demikian luar biasa, sehingga dia dapat dikatakan sebagai salah seorang yang berpengaruh di dunia.

Sobat… Orang ini sukses bukanlah karena segala fasilitas dan kenyamanan yang dimiliki… tetapi karena segala keterbatasannya, ia membuktikan bahwa untuk meraih sukses membutuhkan ketekunan… membutuhkan kedisiplinan… dan membutuhkan keyakinan…
Kita akan belajar dari seorang Thomas Alfa Edison…

Sobat…
Belajar dari kisah hidup Thomas Alfa Edison… tidaklah mudah bagi dia untuk menjadi orang yang berhasil… menjadi orang yang sukses…
Liku – liku perjalanan kehidupannya menjadikan kita mengerti dan menyadari bahwa diperlukan pengorbanan untuk melalui tahapan – tahapan dalam kehidupannya…

Ada beberapa hal menarik yang saya catat dalam kisah yang baru saja saya ceritakan, tetapi saya yakin masih banyak hal yang sangat mendetail yang tidak terungkap dalam cerita perjalanan menuju kesuksesan bagi Thomas Alfa Edison, yang didalamnya terdapat masalah dan tantangan kehidupan…

Hal yang pertama…
Sewaktu kecil ia hanya sempat mengikuti sekolah selama 3 bulan karena gurunya memperingatkan anak itu bahwa ia tidak bisa belajar di sekolah… Sehingga akhirnya Ibunya memutuskan untuk mengajarnya sendiri di rumah…
Hal ini dilakukan karena ketika di sekolah anak itu termasuk murid yang sering tertinggal dan ia dianggap sebagai murid yang tidak berbakat…
Sobat…
Kesabaran dan kasih sayang adalah kunci dari kehidupan Thomas Alfa Edison… tanpa adanya kesabaran dan kasih sayang yang diberikan ibunya kepada dia, bukan tidak mungkin kehidupannya akan dipenuhi dengan keputus – asaan, karena orang lain saat itu sudah menilai bahwa dirinya tidak berbakat, untuk mengikuti sekolah sekalipun… Tetapi kasih sayang dan kesabaran seorang ibu yang menjadikan Edison menjadi orang yang tangguh…

Hal yang kedua…
Untuk memenuhi kebutuhan percobaan - percobaannya, pada usia dua belas tahun ia bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit….
Sobat …
Segala sesuatu yang ingin kita capai tentunya memerlukan pengorbanan untuk mendapatkannya. Tidak ada keberhasilan tanpa adanya pengorbanan… Edison memberikan contoh kepada kita, dia tidak malu berjualan koran dan permen di atas kereta api untuk mencukupi kebutuhannya…
Sobat Kumbaya… terkadang kita terlalu manja dengan kenikmatan yang ada di sekeliling kita, sehingga ketika kita harus melalukan pekerjaan yang berat… apalagi yang tidak sesuai dengan keinginan kita, maka kitapun menjadi putus asa, dan menggeserkan tujuan kita mula – mula…

Hal yang ketiga…
Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan, dia hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Tetapi dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada untuk mendengarkan pembicaraan kosong.
Sobat…
Berfikir positif ketika situasi dan keadaan yang buruk, itu akan menjadikan lecutan semangat yang luar biasa untuk kita… Ketika kita mengalami keadaan yang buruk, tetapi kita terus memanjakan diri kita dengan pemikiran – pemikiran yang negative… itu akan semakin melemahkan diri kita dan kita akan menjadi orang yang putus asa…
Dapatkah kita selalu bersyukur untuk setiap kejadian yang menimpa terhadap diri kita, meskipun itu adalah kejadian yang paling buruk yang kita alami…???

Dan hal yang keempat…
Tahun 1877 sampai dengan tahun 1879 ketika ia melakukan percobaan – percobaan untuk menemukan lampu pijar… tercatat, total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Dengan demikian dipastikan dia melakukan percobaan lebih dari 6000 kali…

Sobat…
Sudah berapa kalikah kita mencoba untuk melakukan sesuatu untuk mencapai cita – cita…??? Satu kali… dua kali… atau…
Thomas Alfa Edison melakukannya lebih dari 6.000 kali, kesemuanya berakhir dengan kegagalan dan hanya satu kali dia berhasil… itu adalah sesuatu yang luar biasa… sikap mental yang tidak mengenal menyerah… tidak mengenal putus asa… menjadikan dia menjadi orang yang sukses…

Jangan – jangan baru satu kali… dua kali… kita mencoba dan kegagalan itu menjumpai diri kita, kita lantas menjadi putus asa…???


Sobat … manusia memiliki cita – cita… harapan… atau segala sesuatu yang ingin dicapai dalam hidupnya… Tuhan menciptakan manusia dengan akal budi… pikiran… dan berbagai talenta yang manusia miliki…
Dengan dasar keyakinan bahwa segala sesuatu tidak ada yang mustahil… dan tentunya yang harus kita garis bawahi adalah bahwa segala sesuatu itu tidak ada yang mudah untuk kita dapatkan… terlebih bahwa segala sesuatu tidak ada yang instant untuk kita dapatkan. Semua di dalam kehidupan kita memerlukan proses yang terkadang kita harus melewati jalan – jalan yang terjal… Pertanyaannya sekarang adalah… di dalam kita mengejar cita – cita kita sudahkah kita tekun… disiplin… dan tidak putus asa…???

Tetap semangat jalani kehidupan ini…
With Love,

Daniel C. Saputra





Senin, 13 Februari 2012

CINTA TAK PERNAH SALAH


Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Menyambut hari kasih sayang, dimana kita diingatkan kembali akan pentingnya cinta di dalam hidup kita…
Tuhan menganugrahkan kepada kita kasih, kiranya kasih itu ada dan nyata di dalam kehidupan kita…
Kiranya dengan beberapa kisah yang saya bagikan, dapat membuat kita semakin menghargai dan mengasihi orang – orang yang ada di sekeliling kita…

CINTA TAK PERNAH SALAH…
Cinta tidak buta,
Tetapi kitalah yang membutakannya,

Bagi anak muda, seringkali kita menyalahkan cinta, apabila kita mengalami kegagalan… kekecewaan… sakit hati…
Seringkali pula, kita tidak menyadari bahwa bukanlah cinta yang salah dibalik dukacita yang kita alami… tetapi yang salah adalah diri kita, yang tidak dapat menempatkan dan mengaplikasikan cinta itu dengan benar…

Cinta tidak pernah salah… manusia itu sendiri yang membuat kesalahan dalam mengartikan dan menerapkan cinta dalam kehidupannya…
Egois, adalah kata yang tepat bagi manusia untuk menghancurkan makna cinta yang sesungguhnya…
Rasa ingin memiliki… Ingin menguasai… Ingin mendapatkan sesuatu yang lebih (padahal ia sudah mendapatkan yang terbaik)

Sebuah kisah yang patut kita renungkan…

Alkisah ada seorang wanita cantik yang sangat baik hati, tulus, ramah dan menarik, sebut saja namanya Jane… Tapi di balik semua kelebihannya itu ada kekurangannya yang membuat dia dia jauhi… yaitu matanya buta (Tidak bisa melihat).
Semua laki-laki tidak ada yang ingin mendekatinya, bahkan tak ada seorangpun yang mau berteman dengannya…
Tentu saja karena hal itu membuat Jane sangat sedih dan hampir putus asa.

Tetapi di antara semua orang-orang yang menjauhi Jane, Ada seorang Pria bernama Jimmy, Ia sama sekali tidak Menjauhi Jane, bahkan Jim menyatakan Bahwa ia sangat sayang dengan Jane, walaupun Jane tak bisa melihat ataupun semua kekurangan yang Jane miliki.
Memang Jimmy juga bukanlah Pria yang Tampan dan Gagah, dan juga Jimmy mempunyai kekurangan lain seperti wajahnya yang Jelek dan sifatnya yang agak terbelakang. Tetapi Jimmy tak pernah merasa malu dan bahkan tak pernah mengeluh saat bersanding dengan Jane…
Jimmy selalu mencemoh setiap orang yang mengolok-olok Jane dan bahkan Jimmy sering kali Berkelahi dan di keroyok segerombolan Pria yang benci dirinya dan Jane karena Jane di anggap Manusia Cacat yang tak pantas berada di kampusnya.

Cinta Jimmy pada Jane sangat tulus sehingga orang tua Jane pun sangat terharu dan terkesan dengan kesetiaan dan ketulusan Jimmy...
Upaya orang tua Jane untuk menyembuhkan kebutaannya selalu tidak berjalan lancar. Tidak ada retina mata yang pas untuk mata Jane… Walaupun Orang Tua Jane akan memberi Hadiah Uang yang banyak untuk penyumbang mata bagi Jane, namun hasilny Nihil karena tidak ada yang cocok…
Mendengar hal itu semua tentu membuat Jane sangat sedih tapi kesedihan Jane Terkikis perlahan berkat kehadiran Jimmy yang selalu setia menemani dan menghibur Jane,

Waktu Telah berlalu beberapa Tahun, Namun Jimmy tetap setia dan semakin cinta dengan Jane, begitupun Jane. Hari-hari Jane yang dulu sangat tidak bearti sekarang lebih berwarna dan ceria berkat Jimmy…
Semua orang takjub akan ketulusan cinta Jimmy pada Jane…

Hingga pada suatu Hari, Jane merasakan Keanehan pada Jimmy.
Jane pun menjadi sangat sedih… Tapi tak lama kemudian datang lah berita yang sangat baik untuk Jane. Telah ditemukan mata yang cocok untuk operasi mata Jane, Orang yang Menyumbangkan mata nya tidak diketahui identitasnya…
Akhirnya Operasi untuk menyembuhkan Mata Jane pun berlangsung dengan segera.
Puji Tuhan, Operasi Jane berjalan Lancar… Matanya dapat lagi melihat dan dia pun dapat bercermin melihat dirinya yang benar-benar cantik dan sempurna dalam kondisi sekarang ini…
Sungguh Luar biasa Perasaan senang Jane saat ini. langsung saja Jane berniat mendatangi Jimmy untuk memberinya kejutan karena matanya sudah sembuh dan ingin sekali melihat Jimmy yang selama ini menjadi malaikat bagi Jane…
Namun apa daya, Jimmy benar-benar menghilang, orang tuanya pun tak ada yang tahu kemana Jimmy dan kegiatan apa yang dia lakukan…
Mendengar hal itu tentu saja Jane sangat bingung. tetapi Kebingungan dan kepanikan Jane mereda dengan cepat karena sekarang ia mendapatkan teman-teman baru...
Sekelompok pemuda dan gadis-gadis cantik yang dulu mengolok-oloknya sekarang mengajaknya bergabung dan Bermain / jalan-jalan bersama.

Tentu saja Jane sangat senang karena untuk pertama kalinya dirinya merasa di terima oleh sekelompok orang… Hari-hari dijalani Jane dengan penuh kesenangan, tapi Jane sama sekali seperti cuek dengan keadaan Jimmy, karena saking Senangnya mungkin ia Lupa / sengaja Lupa.
Teman-teman Jane yang baru pun benar-benar keterlaluan, mereka terus menerus menghasut Jane untuk meninggalkan Jimmy, Karena memang Jimmy Sangatlah jelek dan Aneh… Sudah tak pantas lagi untuk bersanding dengan Jane yang sempurna.
Salah satu dari teman-temannya itu Bernama Tom memang berniat tidak baik pada Jane. Dengan Ketampanan dan Kegagahannya Tom ingin merebut hati Jane dan selalu menghasut untuk benar-benar meninggalkan Jimmy… Tapi benar-benar hal yang tak terduga terjadi, seakan Mata Hati Jane telah buta…
Dia benar-benar merespon Tom, pria yang baru ia kenal. Seakan-akan seperti Jane telah amnesia dengan semua ketulusan Jimmy yang telah menemaninya Selama ia Buta…
Mata Hati Jane memang sudah benar-benar tertutup saat itu. Bahkan Sekarang pun Jane sudah mulai tidak mencari-cari dan memikirkan keberadaan Jimmy yang misterius…
Sekarang Jane sudah sibuk menjalani hidupny bersama Tom...

Akhirnya pada suatu hari dimana ini adalah hari yang akan menjadi Pukulan terberat dalam Hidup Jane.
Jane mendapat kabar Bahwa Jimmy ada di sebuah Rumah Sakit...
Mendengar hal itu Jane tentu saja Kaget dan langsung menghampiri Jimmy tanpa sepengetahuan Tom. Setelah didapati Jimmy sedang Kritis dan terlihat aneh pada Matanya Jane langsung Panik bukan main dan mencari-cari dokter untuk informasi keadaan Jimmy sekarang...
Sungguh Kaget bagai Tersambar petir hati Jane mendengar Penjelasan Dokter…
Ternyata Orang yang telah mendonorkan Mata untuk Jane adalah JIMMY…!!!
Air mata pun mengucur deras di mata Jane menyesali apa yang telah ia lakukan untuk membalas kebaikan dan ketulusan Jimmy selama ini…
Dokter pun menjelaskan kenapa Jimmy bisa kritis karena Pada saat beberapa hari setelah selesai mengoperasikan mata Jimmy kepada Jane, sang Dokter berniat mengantarkan Jimmy untuk menemui Jane yang telah sembuh dan ingin menjelaskan bahwa Jimmy lah sang Pendonor tsb…
Tapi Dokter pun kaget bukan main mendapati Jane Sedang asyik bermesraan dengan Tom… Mendengar hal itu pun Jimmy seperti lepas kendali dan menggila, karena matanya yang telah didonorkan untuk Jane Maka Jimmy yang tidak bisa melihat saai itu kehilangan kendali berlari-larian karena saking kecewanya kepada Jane dan akhirnya Malang menimpa Jimmy, ia tertabrak Sebuah Mobil yang melaju cukup kencang, sehingga Jimmy pun menjadi Kritis sekarang ini karena kecelakaan yang cukup parah.

Jane mendengar Hal itu langsung semakin histeris Berteriak-teriak memanggil Jimmy dan meminta Maaf. namun hal itu sudah terlambat, Dokter menegaskan nyawa Jimmy sepertinya sudah tidak dapat di tolong lagi, Hanya tinggal menunggu Waktu…
Namun Dokter memberikan Sepucuk Surat untuk Jane dan mengatakan bahwa inilah yang ia Tulis dan yang ingin dia berikan untukmu Jane setelah operasi selesai. Dengan penuh air mata dan masi terisak-isak Jane membuka surat itu dan Membaca surat Jimmy untuk yang pertama kali dan untuk yang terakhir kalinya.

"Dear Jane, Sebelumnya aku minta Maaf karena aku menghilang beberapa hari tanpa mengabari kamu, tapi kamu tenang saja, aku melakukan itu karena aku ingin memberikan kejutan yang luar biasa untukmu
aku telah periksakan mataku ke dokter dan ternyata mataku cocok untuk di donorkan kepadamu, dan aku pun menjalani Operasi pengambilan retina Mataku tanpa sepengetahuan kamu Jane. Aku sudah Puas melihat keindahan pada dunia ini sampai umurku sekarang, aku juga ingin kamu dapat melihat keindahan dunia ini Jane. Aku dengan Tulus mendonorkan mataku agar kamu dapat lebih semangat menjalani hidupmu dan
semua ini karena aku benar2 Cinta padamu Jane. I Love u Jane dan apapun akan kulakukan untuk kebahagiaanmu. From : Jimmy"

Selepas membaca surat itu Jane tak kuasa dan Langsung tak sadarkan diri terjatuh.
Akhirnya Jimmy pun meninggal karena keadaannya yang benar-benar tak bisa ditolong lagi.
Jane pun menjadi Depresi tingkat tinggi dan sempat di bawa ke RSJ karena sering berupaya melakukan tindakan Bunuh Diri…

Sobat…
Ketika kita mengharapkan sesuatu dari apa yang telah kita perbuat, seringkali kita akan kecewa… Karena kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan…

Seringkali kita lupa bahkan dibutakan, bahwa disekeliling kita ada orang – orang yang mengasihi kita… Tetapi, apa balasan kita… kita membuat mereka sakit hati… kita menancapkan akar kepahitan di dalam hati orang – orang yang kita kasihi…

Sobat…
Valentine tidaklah hanya untuk pasangan yang sedang dimabuk asmara…
Bagaimana kita menerapkan kasih sayang itu kepada keluarga kita…
Sebuah kisah, yang kiranya ini dapat mengispirasi kita…

KISAH DI MUSIM DINGIN

Sobat, sering kali kita tertalu cepat menghakimi atau menghukum orang lain tanpa tahu fakta sebenarnya, hanya karena tidak sesuai dengan persepsi atau rencana kita sehingga justru lebih sering lagi kita menyakiti orangorang yang kita cintai.

Kita memang pertu terus belajar sebetum terlambat, salah satunya dari kisah di bawah ml:
Kisah di musim dingin (true story, seperti temuat dalam Xia Wen Pao, 2007)

Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun yang bernama Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar untuk biaya hidup berdua…
Hidup penuh kekurangan membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil lain.

Suatu ketika dimusim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan agar Lie Mei menunggu di rumah karena dia akan membeti keranjang kue yang baru…
Sobat, Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak terkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah…
Maka marahlah Siu Lan... Dia berfikir, Putrinya benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah masih juga pergi bermain dengan teman-temannya… Lie Mei tidak menunggu rumah seperti pesannya.

Sobat… Siu Lan menyusun kue kedalam keranjang, dan pergi keluar rumah untuk menjajakannya.
Dinginnya saliju yang memenuhi jalan tidak menyurutkan niatnya untuk menjual kue…
Bagaimana lagi…? Mereka harus dapat uang untuk makan.
Sebagai hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah dikunci Siu Lan dari luar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran, pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar.

Sobat… Sepulang dari menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergetetak di depan pintu...
Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa.
Siu Lan berteriak membelah kebekuan salju dan menangis meraung-raung, tapi Lie Mei tetap tidak bergerak…
Dengan segera, Siu Lan membopong Lie Mei masuk ke rumah… Siu Lan menggoncang – goncangkan tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei… namun tetap saja putri kecil itu tidak berubah… tetap terbujur kaku…

Namun tiba – tiba, tatkala Siu Lan menggincang – goncangkan tubuh Lie Mei… jatuh sebuah bungkusan kecil dari tangan Lie Mei.
Lalu Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu, dia membukanya… Isinya sebungkus kecit biskuit yang terbungkus kertas usang. Siu Lan mengamati tulisan pada kertas usang itu adatah tulisan Lie Mei yang berantakan namun tetap terbaca…

“Hi hi hi . mama pasti lupa. Ini adalah hari istimewa buat mama. Aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah buat mama karena uangku tidak cukup untuk membeli biskuit dengan ukuran besar. Hi...hi...hi.. mama setamat ulang tahun, aku menyayangi mama.”

Sobat… lngatlah, jangan tertalu cepat menilai seseorang berdasarkan persepsi kita, karena persepsi kita  belum tentu benar adanya…
Janganlah penyesalan itu datang terlambat…

AKU INGIN MAMA KEMBALI

Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa…
Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat… maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya, karena Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China.
Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Mengikuti kisahZhang Da di televisi, membuat saya terinspirasi dan ingin menceritakan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa.
Zhang Da merupakan sosok yang sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang
paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik diantara 140 juta manusia.

Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang ketika ia berumur 15 tahun, dan satu - satunya anak diantara 10 orang yang luarbiasa tersebut maka bisa dikatakan bahwa Zhang Da yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk China.

Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.
Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat… Ia harus berangkat sekolah dan membiayai sekolahnya sendiri, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia…

Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung
jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah… Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil… Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah - buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya.
Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.
Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu - batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras, membeli obat-obatan untuk papanya dan untuk membiayai kehidupan dirinya dan papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.

Zhang Da sejak umur10 tahun, sudah mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih dan Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari…

Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya.

Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi, dia adalah Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang
dilakukannya adalah perbuatan nekad, Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Dan Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih
kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai
kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!”
Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-
apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Banyak pemirsa dan pengunjung acara tersebut menitikkan air mata karena terharu, mereka tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya.
Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat
katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya.

Sungguh mereka (pemirsa dan pengunjung acara tersebut) tidak mengerti apa yang menjadi permohonan Zhang Da, tapi kita semua tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya.
Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap - tiap kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya. Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami
kekalahan…. bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.

Happy Valentines Day
With Love,
Daniel Saputra