Senin, 14 Februari 2011

WUJUDKAN KASIHMU


WUJUDKAN KASIHMU…!!!

Sobat…
Hari ini adalah hari yang special, tatkala kita diingatkan untuk membagikan kasih kepada orang – orang yang ada di sekitar kita…

Seperti apa yang saya catat dalam Cinta Dalam Sepotong Cokelat…
Kiranya di Hari Valentine ini, menjadi bahan introspeksi kita…
Sudahkah kita membagikan kasih kepada mereka…???

Sobat… Valentine bukanlah hanya ajang bagi mereka yang sedang kasmaran… Tetapi Valentine adalah untuk kita semua…

Melalui catatan ini… Saya mengajak kita semua mengingat kembali…
Dalam hidup kita sudahkah kita mengasihi orang – orang yang berarti untuk kita… Atau jangan – jangan kita malah mengecewakan dan menyakiti mereka…???

Mungkin kepada Orang Tua kita… kepada Anak – anak… Suami… Istri…
Sudahkah kita mengasihi mereka dengan segenap hati kita…???

Sebuah kisah untuk kita renungkan…
]
Sobat…
Konon di Jepang pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan…
Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak – anaknya.

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya kehutan, karena si ibu telah lumpuh dan mulai pikun...
Sobat… Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya tersebut...
Si ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya dan mematahkannya… Kemudian ia menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui...

Sobat… Sesampai didalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia juga tidak menyangka untuk sanggup melakukan perbuatan ini.

Sobat… Justru si ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata…
"Anakku, aku sangat menyayangimu. Dari kau kecil sampai dewasa aku selalu merawatmu dengan segenap cintaku… Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun…
Tadi aku sudah menandai sepanjang jalan yang kita lewati dengan ranting – ranting kayu… Aku takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah."

Sobat… Setelah mendengar kata – kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras…, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si ibu pulang kerumah…
Pemuda tersebut akhirnya merawat ibu yang sangat mengasihinya sampai si ibu meninggal.

Sobat…
Orang tua bukanlah barang rongsokkan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya...
Menitipkan mereka di panti jompo, dan hanya mengunjungi jika sempat… Tidak jauh lebih mulia dibanding membuang mereka dihutan dan membiarkan mereka meninggal dalam kesendirian merindukan perhatian dan kasih sayang dari orang – orang yang dikasihinya.

Sobat…
Marilah kita mengasihi orang – orang yang berarti dalam hidup kita dengan sepenuh hati…
Mungkin kita sudah mengecewakan mereka… Mungkin kita sudah menyakiti mereka…
Mari Sobat… Kita meminta maaf kepada mereka yang pernah kita sakiti… dan kita akan membaharuinya dengan kasih yang yang tulus dari dalam hidup kita…

Happy Valentine’s Day
With love
Daniel C. Saputra

CINTA DALAM SEPOTONG COKELAT


CINTA DALAM SEPOTONG COKELAT…
Sebuah catatan menyambut hari kasih sayang

Sobat…
Ketika saya menuliskan judul diatas… “Cinta Dalam Sepotong Cokelat…”
Jujur, saya tidak tahu harus menulis apa… Karena sayapun spontan memiliki ide dan menuliskan hal tersebut…
Tulisan ini juga seperti apa yang akan saya bawakan dalam sebuah program acara menyambut hari valentine yang memiliki judul yang sama pula… “Cinta Dalam Sepotong Cokelat…”

Sobat… Ketika kita sedang berjalan – jalan di pusat perbelanjaan atau paling tidak di mini market… tentunya kita akan dengan mudah melihat dan mendapatkan banyak sekali cokelat yang dihias…

Saya yakin… Meminjam teori ekonomi, bahwa saat ini permintaan cokelat akan lebih banyak dibanding dengan penawaran yang ada… Tidak usah ditawarkan, pasti pembeli akan mencari cokelat dari beberapa merk, mulai yang berharga menengah sampai tinggi…

Mengapa demikian…???
Mengapa Valentine identik dengan cokelat…???

Sebelum lebih jauh kita berbicara tentang cokelat dalam kaitannya dengan hari kasih sayang, saya akan terlebih dahulu memberikan beberapa catatan tentang cokelat…

Sobat… Cokelat pada umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya.
Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat juga sering digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, atau perhatian. Bahkan sebagai pernyataan cinta.
Cokelat juga telah menjadi salah satu rasa yang paling populer di dunia, selain sebagai cokelat batangan yang paling umum dikonsumsi, cokelat juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin.

SEJARAH COKELAT
Sobat… Menurut sejarahnya Cokelat pada awalnya diminum dan tidak dimakan...

Cokelat dihasilkan dari kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Mungkin sampai ke Chiapas, bagian paling selatan Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan mungkin juga membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko.

Sobat… Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100 -1400 tahun SM. Residu yang diperoleh dari tangki-tangki pengolahan ini mengindikasikan bahwa awalnya penggunaan kakao tidak diperuntukkan untuk membuat minuman saja, namun selaput putih yang terdapat pada biji kakao lebih condong digunakan sebagai sumber gula untuk minuman beralkohol.

Residu cokelat yang ditemukan pada tembikar yang digunakan oleh suku Maya kuno di Río Azul, Guatemala Utara, menunjukkan bahwa Suku Maya meminum cokelat di sekitar tahun 400 SM. Peradaban pertama yang mendiami daerah Meso-Amerika itu mengenal pohon “kakawa” yang buahnya dikonsumsi sebagai minuman xocolātl yang berarti minuman pahit.
Menurut mereka, minuman ini perlu dikonsumsi setiap hari, entah untuk alasan apa. Namun, tampaknya cokelat juga menjadi simbol kemakmuran bagi mereka.

Sobat… Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat dinikmati.

Ketika peradaban Maya klasik runtuh (sekitar tahun 900) dan digantikan oleh bangsa Toltec, biji kokoa menjadi komoditas utama Meso-Amerika.
Pada masa Kerajaan Aztec berkuasa (sampai sekitar tahun 1500 SM) daerah yang meliputi Kota Meksiko saat ini dikenal sebagai daerah Meso-Amerika yang paling kaya akan biji kokoa… Bagi suku Aztec biji kokoa merupakan “makanan para dewa” (theobroma, dari bahasa Yunani).
Biasanya biji kokoa digunakan dalam upacara-upacara keagamaan dan sebagai hadiah.

Cokelat juga menjadi barang mewah pada masa Kolombia-Meso Amerika, dalam kebudayaan mereka yaitu suku Maya, Toltec, dan Aztec, biji kakao (cacao bean) sering digunakan sebagai mata uang. Sebagai contoh suku Indian Aztec menggunakan sistem perhitungan dimana satu ayam turki seharga seratus biji kokoa dan satu buah alpukat seharga tiga biji kokoa.

Sobat… Di awal abad ke-17, cokelat menjadi minuman penyegar yang digemari di istana Spanyol. Sepanjang abad itu, cokelat menyebar di antara kaum elit Eropa, kemudian lewat proses yang demokratis harganya menjadi cukup murah, dan pada akhir abad itu menjadi minuman yang dinikmati oleh kelas pedagang.
Kira-kira 100 tahun setelah kedatangannya di Eropa, begitu terkenalnya cokelat di London, sampai didirikan “rumah cokelat” untuk menyimpan persediaan cokelat, dimulai di rumah-rumah kopi. Rumah cokelat pertama dibuka pada 1657.

Di tahun 1689 seorang dokter dan kolektor bernama Hans Sloane, mengembangkan sejenis minuman susu cokelat di Jamaika dan awalnya diminum oleh suku apothekari, namun minuman ini kemudian dijual oleh Cadbury bersaudara.

Semua cokelat Eropa awalnya dikonsumsi sebagai minuman. Baru pada 1847 ditemukan cokelat padat. Orang Eropa membuang hampir semua rempah-rempah yang ditambahkan oleh orang Meso-Amerika, tetapi sering mempertahankan vanila. Juga mengganti banyak bumbu sehingga sesuai dengan selera mereka sendiri mulai dari resep khusus yang memerlukan ambergris, zat warna keunguan berlilin yang diambil dari dalam usus ikan paus, hingga bahan lebih umum seperti kayu manis atau cengkeh. Namun, yang paling sering ditambahkan adalah gula. Sebaliknya, cokelat Meso-Amerika tampaknya tidak dibuat manis.

RASA COKELAT
Sobat… Rasa cokelat masih sulit didefinisikan. Dalam bukunya Kaisar Cokelat (Emperors of Chocolate), Joel Glenn Brenner menggambarkan riset terkini tentang rasanya. Menurutnya rasa cokelat tercipta dari campuran 1.200 macam zat, tanpa satu rasa yang jelas-jelas dominan. Sebagian dari zat itu rasanya sangat tidak enak kalau berdiri sendiri. Karenanya, sampai kini belum ada rasa cokelat tiruan.

Efek psikologis yang terjadi saat menikmati cokelat dikarenakan titik leleh lemak kokoa ini terletak sedikit di bawah suhu normal tubuh manusia.
Sebagai ilustrasi, bila anda memakan sepotong cokelat, lemak dari cokelat tersebut akan lumer di dalam mulut. Lumernya lemak kokoa menimbulkan rasa lembut yang khas dimulut, riset terakhir dari BBC mengindikasikan bahwa lelehnya cokelat didalam mulut meningkatkan aktivitas otak dan debaran jantung yang lebih kuat daripada aktivitas yang dihasilkan dari sebuah ciuman, dan juga akan terasa empat kali lebih lama bahkan setelah aktivitas ini berhenti.

Sobat… Ketika saya membuka facebook, ada sebuah pertanyaan yang dilemparkan oleh seseorang, mengapa valentine identik dengan cokelat…???
Dari sekian banyak jawaban, dan mungkin ini juga mewakili jawaban dari anda…
Jawaban itu adalah karena cokelat itu manis rasanya, dan diharapkan ketika memberikan cokelat kepada orang yang dikasihi atau dicintainya, ia dapat memberikan kehangatan kasih sayang dan manisnya cinta itu sendiri…

Sobat…
Tetapi apakah benar seperti itu…???
Tentunya merupakan sebuah niat dan harapan yang baik, tatkala kita ingin memberikan yang terbaik untuk pasangan kita…
Tetapi kita harus ingat, bahwa itu adalah sebuah simbol, ketika kita memberikan sesuatu untuk orang – orang yang kita kasihi…
Entah itu berupa cokelat… bunga… atau hadiah – hadiah yang lain…

Kembali kepada, mengapa Valentine identik dengan cokelat…
Dengan latar belakang yang ditulis dalam sejarah dan rasa cokelat :
-         Rasa cokelat masih sulit didefinisikan. Dalam bukunya Kaisar Cokelat (Emperors of Chocolate), Joel Glenn Brenner menggambarkan riset terkini tentang rasanya. Menurutnya rasa cokelat tercipta dari campuran 1.200 macam zat, tanpa satu rasa yang jelas-jelas dominan. Sebagian dari zat itu rasanya sangat tidak enak kalau berdiri sendiri.
-         Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat dinikmati.

Sobat… Cokelat tidaklah hanya sekedar rasa manis saja… Tetapi kita akan menemukan bermacam – macam rasa, dan yang paling terasa adalah PAHIT…

Janganlah kita terjebak dengan pengertian bahwa coklat itu manis, seperti kita mendefinisikan bahwa cinta itu manis…
Tentunya kita akan dibuat kecewa dengan pemahaman itu…
Sobat… CINTA TIDAKLAH SELALU MANIS tetapi CINTA ITU INDAH…!!!

Sobat… kita akan merasakan manis disaat harapan kita terhadap pasangan kita itu terpenuhi… Tetapi kita akan merasakan pahit, tatkala semua yang kita bayangkan tidak sesuai dengan kenyataan…
Sobat… Maukah kita menerima manis dan pahitnya cinta itu…???

Atau jangan – jangan kita tidak siap merasakan pahitnya cinta itu, kita hanya mengharapkan manisnya saja… Seperti kata ego kita…
Kita menginginkan pasangan kita, seperti apa yang kita harapkan…
Kita menginginkan pasangan kita menuruti semua kemauan kita…
Kita menginginkan pasangan kita memiliki persamaan – persamaan dengan diri kita…
Atau bahkan… Kita menginginkan pasangan kita SEMPURNA dihadapan kita… Tanpa ada kesalahan yang dia lakukan…

Padahal dalam kenyataannya…
Kita akan menemukan banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan kita…
Banyak hal yang tidak akan kita temukan sesuai keinginan kita…
Banyak hal yang menjadi perbedaan…
Dan… Tidak ada yang sempurna…!!!
Tetapi itulah yang membuat indah…!!!
Seperti rasa cokelat… dimana rasa cokelat tercipta dari campuran 1.200 macam zat, tanpa satu rasa yang jelas-jelas dominan. Sebagian dari zat itu rasanya sangat tidak enak kalau berdiri sendiri.

Sobat… Pahit… Manis… dan banyak rasa yang ada di dalamnya akan menjadi rasa yang dapat dinikmati…
Tidak hanya manis saja…
Tidak hanya pahit saja…
Tetapi satu kesatuan itulah yang membuat cokelat dapat dinikmati oleh hampir seluruh manusia di dunia… dan Demikian pula dengan cinta…!!!

Pertanyaannya…
Apakah kita sudah menerima semuanya itu… aneka rasa dari cinta itu…???
Kemudian… Sudahkah kita memberikan yang terbaik bagi orangt – orang yang kita kasihi…???

Ada seseorang yang mengirimkan sebuah tulisan kepada saya, yang kiranya ini dapat menginspirasi kita… Agar ketika kita mencintai orang, kita dapat memberikan yang terbaik… Mengasihi dengan sepenuh hati, karena kasih itu mempersatukan dan saling memperlengkapi…

Aku tidak tahu, laut itu seberapa dalam…
Tapi aku harus tahu, seberapa dalam aku mengenal orang yang aku cintai…

Aku tidak tahu, langit itu seberapa tinggi…
Tetapi aku harus tahu, seberapa tinggi aku menghargai orang yang aku cintai…

Aku tidak tahu, bulan itu seberapa indah…
Tapi aku harus tahu, seberapa indah masa – masa yang telah aku lewati dengan orang yang aku cintai…

Aku tidak tahu, bintang itu seberapa banyak…
Tetapi aku harus tahu, seberapa banyak perhatian yang aku berikan untuk orang yang aku cintai…

Aku tidak tahu, angkasa itu seberapa luas…
Tapi aku harus tahu, seberapa luas aku mengerti orang yang aku cintai…

Aku tidak harus mencintai seseorang yang sempurna…
Tetapi aku harus mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna…

Bukan karena ia sempurna…
Tetapi karena ia dapat menyempurnakan hidupku…

Bukan karena ia indah…
Tetapi karena ia dapat membuat segalanya menjadi indah untuk diriku…

Cintailah orang apa adanya…
Bukan karena ada apanya…

Sobat…
Diakhir tulisan ini, saya mengajak kita semua mempergunakan momentum hari kasih sayang ini, untuk kita mengintrospeksi diri…
Valentine, bukan hanya untuk pasangan yang sedang dimabuk asmara…
Tetapi Valentine adalah untuk semua orang…
Sudahkah kita mengasihi orang – orang yang ada di sekitar kita…
Sudahkah kita mengasihi Suami, Istri, Papa, Mama, Anak – Anak kita…???

Sobat…
Alangkah indahnya apabila kita dapat mengasih mereka, orang – orang yang begitu berarti dalam hidup kita… Damai Sejahtera, Sukacita akan ada dalam hidup kita…

Sobat…
Kita ada di dunia, bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dikasihi…
Tetapi untuk belajar mengasihi orang yang tidak sempurna dengan kasih yang sempurna…!!!


Happy Valentine’s Day
With Love,
Daniel C. Saputra

Senin, 07 Februari 2011

BERJUANG & BERSERAH


BERJUANG & BERSERAH

Mazmur 37 : 5
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

Sobat…
Hidup tidaklah mudah…!!! saya yakin kitapun menyadari hal tersebut…
Ditengah segala tuntutan… tantangan… kita harus terus berlomba agar kita dapat menggapai segala cita – cita kita…

Ditengah optimisme menatap masa depan kita, saya yakin… ada celah dimana pesimisme itu merasuk… atau mungkin malah sebaliknya… hidup kita dipenuhi ketidakpastian… kekuatiran, dimana ketakutan menghadapi hidup ini benar – benar berkuasa…

Kalau kita berfikir realistis… berat… ya, sungguh berat… sungguh terjal perjalanan yang akan kita tempuh…
Tetapi tentunya kita mau belajar untuk taat… belajar untuk meyerahkan hidup kita kepada Tuhan.
Bukankah Yeremia 29 : 11 mengatakan :
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Sebuah kisah untuk kita renungkan…

Sobat…
Di depan gerbang suatu jembatan di salah satu kota Eropa, duduklah seorang peminta-minta yang buta. Untuk mencari nafkahnya, ia setiap hari duduk disitu sambil memainkan biola nya yang sudah usang…
Didepannya terletak kaleng kosong yang diharapkan orang-orang yang lalu lalang merasa iba terhadapnya, dan melalui musik biola-nya, orang-orang akan memberinya sedikit uang…
Begitulah pengemis miskin ini melakukan kebiasaannya setiap harinya…

Pada suatu hari… Ada seorang yang berpakaian sedikit rapi, berjubah panjang, datang menghampiri pengemis tadi dan meminta agar pengemis itu meminjamkan biola usangnya...
Tentu saja dengan sigap pengemis itu menolak, dan berkata "Tidak…!! Ini adalah hartaku yang paling mahal yang aku miliki…!!!".

Sobat… Orang ini tidak putus asa, dan terus membujuk si pengemis agar mau meminjamkan biola tersebut hanya untuk memainkan sebuah lagu…
Sobat… Sepertinya ada rasa kepercayaan pada pengemis buta itu, dan dengan perlahan ia memberikan biola tuanya itu kepada orang tersebut…

Orang tersebut mengambil biola itu, dan mulai memainkan sebuah lagu dengan begitu merdu... Sobat… Suara biola yang begitu halus ditangan si pendatang itu membuat orang yang lalu lalang berhenti dan mereka mulai berkeliling mengelilingi si pendatang dan pengemis tersebut.

Begitu merdunya lagu dan bagusnya permainan biola si pendatang tersebut membuat semua orang terdiam, dan si pengemis buta ternganga tanpa dapat berkata-kata…
Sobat… Kaleng yang tadinya kosong kini telah penuh dengan uang dan lagu demi lagu telah dimainkan oleh si pendatang tersebut.

Sobat… Akhirnya iapun harus menyelesaikan permainannya, dan sambil mengucapkan terimakasih, ia mengembalikan biola tersebut kepada si pengemis…
Si pengemis sambil berurai air mata, dan dengan gemetar bertanya: "Siapakah anda orang budiman…???".
Si pendatang tersenyum dan dengan perlahan menyebutkan namanya "Paganini"…

Ya… Dialah Niccolo Paganini, seorang yang dikatakan maestro dalam bermain biola…

Sobat…
Di tengah beratnya kehidupan, ada 2 hal yang kita mau belajar dari kisah seorang peminta – minta dan Paganini tersebut…

Hal yang pertama :
Peminta – minta itu tidak putus asa menghadapi kehidupannya, tetapi dia terus berjuang memanfaatkan apa yang masih ada pada dirinya… memanfaatkan apa yang dimiliki dan kemampuannya…
Dia tidak “mengobral” belas kasihan dengan hanya meminta – minta saja tanpa dia melakukan sesuatu… Tetapi dari permainan biola itulah, dia berjuang mempertahankan hidupnya…

Hal yang kedua :
Sobat, peminta – minta itu mau menyerahkan harta satu – satunya yang dia miliki kepada seorang yang yang menghampiri dirinya…
Walau pertama – tama dia diliputi oleh keraguan…
Tetapi ketika dia menyerahkan biolanya kepada orang itu, maka hal yang luar biasa itu terjadi dalam hidupnya…

Sobat… Allah kita lebih dari seorang Paganini yang dikatakan maestro bermain biola…
Dia tahu segala kelemahan kita… Dia tahu segala kekurangan kita…
Sudahkah kita berjuang dalam hidup ini dan… MENYERAHKAN HIDUP KITA KEPADA DIA
Atau jangan – jangan, kita hanya meratapi nasib kita dan kita menyalahkan Dia, tentang hidup yang berat ini…???   

Sobat… Ada sebuah jaminan berkat bagi siapa saja yang mau menyerahkan tenaganya, hartanya, talentanya, kepada sang 'Maestro' kita yaitu Kristus.

Sobat…
Selamat berjuang bersama dengan Dia…
Tuhan Yesus memberkati

Daniel C. Saputra

Sabtu, 05 Februari 2011

SEMANGKUK MIE


SEMANGKUK MIE

Sebuah kisah untuk perenungan kita…

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya… Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun…
Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang…
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan tersebut...
Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyal uang…

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup larna di depan kedainya, lalu berkata
“Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” Ya. tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu…
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukrnu”…

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi…
Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang…
“Ada apa nona?” Tanya si pemilik kedai.
“Tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya…
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi…!!! Tetapi…? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku. mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah…”
“Kau. seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai…

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana. menarik nafas panjang dan berkata…
“Nona mengapa kau berpikir seperti itu…? Renungkanlah hal ini... aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu… Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini... mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya…?”

Ana. terhenyak mendengar hal tersebut…
“Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut…? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal… aku begitu berterima kasih… tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun… aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele. aku bertengkar dengannya…???

Ana. segera menghabiskan bakrninva. lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnva… Saat berjalan ke rumah. ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya…

Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas…
Ketika bertemu dengan Ana… kalimat pertama yang  keluar dari mulut ibunya adalah “ Ana kau sudah pulang, cepatlah masuk... aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur. makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannva sekarang…”.
Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya…

Sekali waktu, kita rnungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita…
Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seurnur hidup kita…

RENUNGAN:
BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.
SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA;
TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.
PIKIRKANLAH HAL ITU… APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA…???
HAl ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL,
KARENA ITULAH YANG INDAH DIDALAM TUHAN.

Jumat, 04 Februari 2011

BERHENTI SEJENAK


BERHENTI SEJENAK

Sobat…
Ditengah tuntutan jaman yang semakin hari semakin terasa berat… Dimana manusia dengan segala aktivitasnya dibuat semakin sibuk…

Sibuk untuk mewujud-nyatakan segala impiannya… Meraih apa yang menjadi harapan atau cita – citanya… Bahkan adapula yang sibuk untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya…

Ironis… Tatkala manusia diibaratkan sebagai seekor kuda pacu yang terus berlari tanpa henti untuk mancapai garis finish…
Lebih ironis lagi… apabila kita tidak tahu, dimana garis finish itu berada…

Manusia seakan lupa…
Hidup yang penuh anugrah yang seharusnya kita dapat menikmatinya… Menjadi hidup yang dipenuhi dengan ambisi pribadi dan… Kita memperjuangkan untuk hal itu…

Bukan manusia yang mengendalikan segala sesuatu yang ada disekitarnya… termasuk harta… kekayaan dan ambisi… tetapi yang terjadi adalah sebaliknya… Kita dikendalikan oleh semua itu…
Kita lupa menikmati kehidupan… Bahkan kita lupa untuk bersyukur pada Tuhan…
Yang menganugrahkan semua berkat dalam hidup kita…

Sebuah kisah untuk kita renungkan…

Sobat… Ada seorang penyanyi terkenal…
Suatu saat ketika didatangi dan disanjung - sanjung oleh para pengagumnya, ia berkata dengan nada pahit…

Ketika aku masih muda, aku berusaha keras untuk mendaki puncak karierku…
Saat itu aku seperti layaknya seekor kuda yang sedang menempuh jalur perlombaan… tak ada sesuatu yang lain yang mampu menarik perhatiannya kecuali garis finish…

Melihatku yang sedemikian sibuk, nenekku memberikan nasihat kepadaku… “Cucuku, jangan berjalan terlalu cepat. Karena sepanjang jalanmu ada banyak pemandangan menarik…”

Namun aku tak pernah mendengarkan kata-katanya…
Dalam hatiku aku berpikir, bila seseorang telah melihat secara jelas arah perjalanannya, mengapa harus menyia-nyiakan waktu untuk sekedar berhenti sejenak…?
Dengan pikiran yang demikian, aku berlari dan terus berlari ke depan…
Tahun silih berganti dan aku memperoleh kedudukan, nama serta harta yang aku idam-idamkan sejak lama... Aku juga memiliki sebuah keluarga yang amat aku cintai.
Namun… Aku tak pernah merasa bahagia…!!!
Aku heran dan terus bertanya, di manakah letak kesalahannya sehingga aku tak bahagia…???

Sobat… Setelah diam cukup lama, penyanyi itu melanjutkan…
Suatu saat, kelompok musik kami ikut pementasan di luar daerah… Akulah penyanyi utamanya. Setelah selesai pementasan… Semua yang hadir bertepuk tangan bersorak-sorai tanpa henti…

Pementasan saat itu sangatlah berhasil.
Namun… saat orang sedang bersorak-sorai itulah aku dilanda kesedihan mendalam...
Seseorang memberikan telegram kepadaku yang dikirim oleh isteriku... Anak kami yang keempat baru saja dilahirkan…

Setiap kali anak-anakku dilahirkan aku selalu berada jauh dari isteriku, cuma dialah yang harus menanggung beban penderitaan seorang diri…
Aku tidak pernah melihat bagaimana anak-anakku mulai membuat langkah pertama…, belum pernah mendengar bagaimana mereka tertawa atau menangis…
Aku hanya mendengar semuanya itu dari cerita ibunya…

Kata-kata nenekku kini terngiang lagi di telingaku...
Sungguh, aku telah kehilangan banyak teman…, sudah lama aku tak pernah menyentuh buku-buku, dan serasa hampir seabad aku tak pernah menikmati indahnya bunga yang sedang mekar di taman atau hijaunya pohon-pohon serta merdunya kicau burung.
Aku terlampau sibuk…!!!

Sobat…
Seorang bijak berkata; “Kita tak dapat hidup hanya dengan berpikir tanpa bekerja. Namun hidup ini menjadi amat tak berarti bila kita bekerja seperti sebuah mesin yang bergerak tanpa henti.” Kita butuh waktu luang untuk menilai kembali… mengevaluasi apa yang telah kita hasilkan… apa yang telah kita kerjakan selama ini… dan bersyukur kepada Tuhan untuk setiap penyertaanNya, serta menentukan dan memastikan arah mana yang akan menjadi tujuan hidup kita…

Sobat…
Ketika berjalan, kita mengarah ke suatu tujuan tertentu…
Ketika berhenti kita memupuk tenaga baru untuk memulai perjanan kita kembali...

Sobat…
Hidup tak akan berarti tanpa kita bersyukur…
Apapun yang terjadi… PenyertaanNya sungguh sempurna untuk kita…
Marilah kita buka mata kita… Marilah kita syukuri untuk segala sesuatu yang telah Tuhan Anugrahkan dalam hidup kita… untuk keluarga… untuk teman – teman… sahabat… pekerjaan… dan tentunya masih sangat banyak lagi ketika kita menghitung segala berkat Tuhan dalam hidup kita…

Selamat Menikmati Hidup… Selamat Bersyukur…
Tuhan Yesus Memberkati

Daniel C. Saputra

Selasa, 01 Februari 2011

TUJUAN TAK MENGHALALKAN CARA


TUJUAN TAK MENGHALALKAN CARA

Sobat…
Apakah yang menjadi tujuan dalam hidup kita…???
Apakah yang menjadi cita – cita… keinginan… dalam hidup kita…???

Saya yakin, bahwa setiap dari kita pasti menginginkan sesuatu yang dinamakan KEBERHASILAN

Sobat… Kalau kita merenungkan…
Banyak jalan untuk menuju sebuah kesuksesan…
Tetapi hanya sedikit dari jalan tersebut yang mengajarkan kita untuk melakukan hal yang baik… hal yang benar… Terutama dihadapan Tuhan…

Sebuah kisah untuk kita renungkan…

Dikisahkan bahwa ada sebuah perusahaan telekomunikasi di Italia yang sedang mencari satu tenaga teknis untuk menangani salah satu departemen dari perusahaan tersebut…

Sobat… Begitu banyak orang yang datang melamar dan menjalani ujian tertulis…
Namun sesudah ujian tertulis ini, semua peserta diberi pekerjaan rumah oleh perusahaan tersebut…
Setiap orang diberi semangkok bibit kacang hijau untuk disemayamkan…
Dan setelah jangka waktu yang diberikan oleh perusahaan, setiap orang harus membawa kembali bibit kacang hijau yang telah tumbuh segar ke perusahaan tersebut…
Siapa yang berhasil merawat kacang yang tumbuh paling segar akan memperoleh posisi pekerjaan yang dikejar banyak orang karena memberikan jaminan gaji yang tinggi tersebut.

Sobat… Setelah jangka waktu yang telah diberikan itu, para peserta ujian kembali lagi ke perusahaan sambil membawa bibit kacang hijau yang telah bertumbuh segar menghijau…
Setiap orang memamerkan hasil usaha mereka… dan dalam hati berharap bahwa ia akan memperoleh posisi yang bagus tersebut…

Sobat… Nampak seketika bahwa team penilai akan sulit memutuskan siapa yang jadi pemenangnya karena semua membawa bibit kacang yang telah bertumbuh itu sama bagus dan sama segarnya.

Setelah dilakukan absen… Ternyata satu orang tidak muncul di tengah para peserta.
Sobat… Sang manager perusahaan lalu menelpon pelamar yang tak hadir itu dan menanyakan alasan ketidak-hadirannya...
Orang tersebut dengan penuh penyesalan serta rasa bersalah memberikan alasan ketidakhadirannya saat ini. Ia mengatakan bahwa bibit yang diberikan itu hingga saat ini belum bertumbuh pada hal ia sudah berusaha memberi pupuk, memberi air yang cukup…
Semua persyaratan yang dibutuhkan agar bibit kacang hijau bertumbuh subur telah dipenuhinya, namun anehnya, bibit tersebut seakan berkepala keras tak mau bertumbuh.

Dia mengatakan… "Aku berpikir bahwa aku pasti gagal untuk memperoleh posisi dalam perusahaan telekomunikasi ini… Karena itu saya memutuskan untuk tidak datang hari ini ke perusahaan bapak."

Sobat… Justru di saat ketika orang itu akan meletakan gagang teleponnya, sang manager memberikan kata-kata yang sungguh di luar dugaannya…
"Engkaulah satu-satunya yang diterima perusahaan kami…!!"
Orang itu heran dan kaget tak percaya.

Sobat… Sesungguhnya, bibit kacang hijau yang dibagikan kepada para peserta ujian tersebut adalah bibit yang telah diproses sehingga tak bisa bertumbuh lagi…
Perusahaan akan dengan mudah mengetahui peserta mana yang jujur.
Dan ternyata hanya seorang yang yang tak mampu membawa bibit kacang yang telah tumbuh. Dan dialah orang yang dipilih itu.
"Inilah prinsip kami, nilai moral dalam pekerjaan lebih ditinggikan ketimbang keberhasilan dalam bekerja." Demikian sang manajer menjelaskan.

Sobat… Dunia banyak menawarkan kenikmatan…
Dunia menawarkan banyak jalan pintas untuk meraih kesuksesan…
Tetapi marilah kita renungkan… Jalan manakah yang kita pilih…???

Daniel C. Saputra